Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2009

Sirsak sang Pembunuh Kanker


Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo. Tapi kenapa kita tidak tahu ?

Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset
mengenai hal ini se-rapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang
dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih
dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola
Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena
keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan
omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon
Graviola ini.

Pohonnya rendah, di Brazil dinamai Graviola, di Spanyol Guanabana, bahasa Inggrisnya Soursop. Di Indonesia, ya buah Sirsak.Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah
berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara
membuka kulitnya atau dibuat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang
sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis
kanker.Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi
sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi) ,effektive melawan berbagai
jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi,
stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences
Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir
rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh
dipedalaman hutan Amazon, tumbuh pohon ajaib, yang akan
merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses
penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. T idak ada
yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan
datang.

Riset membuktikan pohon ajaib dan buahnya ini bisa :

Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami,
TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang
terjadi pada terapi kemo.

Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi
yang mematikan.

Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses
perawatan / penyembuhan.

Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik
obat terbesar di Amerika.Buah Graviola di-test di lebih dari 20
Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun
berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :

Secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari
12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu
Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.

Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat
pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi
Kemo yang biasa digunakan!

T idak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective
hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/
membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon ajaib
ini,selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa
mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan!

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet
milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang
tumbuh dihutan Amazon ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini :
kulit kayu,akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad
menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk
menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan
rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan
Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset
dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara
ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tapi kisah Graviola hampir berakhir disini.Kenapa?

Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG /
TIDAK BISA dipatentkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan
biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini
agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan
Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.Tapi
usaha ini tidak berhasil. Graviola t id ak bisa di-kloning.Perusaha
an gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset
dan Aneka Test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar,
kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan
menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil
riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset tidak tega
melihat kekejaman ini terjadi.Dengan mengorbankan karirnya, dia
menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami
dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar
berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya
sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel
kanker yang effektive.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang
pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang
kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker.
Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang
luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium
Independence yang berbeda.
Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural
Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic
University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur
kimia yang terkandung d id alam Graviola,mampu memilih, membedakan
dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat
dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini
adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel
jahat kanker, sedangkan sel yang sehat t id ak tersentuh/terganggu .
Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan
sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan
rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul efek
negative: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola
mampu membunuh sel kanker secara effektive, terutama sel kanker:
Prostat, Pankreas, dan Paru-paru.

Setelah selama kurang lebih 7 tahun tiak ada berita mengenai
Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui
informasi dari Lembaga-lembaga tersebut diatas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen
oleh orang2 pribumi Brazil , kini bisa diperoleh di Amerika.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana
cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New
Cancer Killers, Safe as Mother milk, sebagai free special bonus
terbitan Health Sciences Institute.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya
manis-manis kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping


http://www.herbalitas.com/buah-sirsak-pembunuh-kanker/#more-17

Rabu, 11 November 2009

KONTES INOVATOR MUDA 4

Teliti Terumbu Karang, Siswa Kupang Juara Kontes Inovator Muda
Margaretha L. Bunga Naen, Maria P Bunga Naen dan Gabriel J.P Ghewa, Juara I Kontes Inovator Muda 4 LIPI
    SABTU, 7 NOVEMBER 2009 | 20:29 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com - Pemanasan Global yang terjadi belakangan ini semakin mengkhawatirkan. Namun apakah pemanasan global juga mempengaruhi ekosistem yang ada di bawah air? 

    Berangkat pertanyaan itulah tiga tiga siswa dari SMA Negeri I Kupang Margaretha L. Bunga Naen, Maria P Bunga Naen dan Gabriel J.P Ghewa melakukan penelitian terhadap Pengaruh Efek Rumah Kaca Terhadap Aktivitas Fotosintesis Makroalga pada Sistem Eksosistem Terumbu Karang. 

    "Penelitian ini ingin mencari jawaban apa efek rumah kaca juga berpengaruh pada ekosistem terumbu karang," ucap Maria L Bunga Naen, mewakili teman-temannya, di Jakarta, Sabtu (7/11). 

    Dalam penelitiannya, Margaretha dan teman-temannya menggunakan metode eksperimen. Penelitian tersebut dilakukan di Pantai Teluk, Kupang, mulai 15-20 Juli 2009 lalu. 

    Alat yang mereka gunakan sangat sederhana, yaitu gelas ukur, baskom, termometer, neraca Ohaus dan kotak plastik. Setelah alat-alat lengkap, mereka menyiapkan Makroalga. Makroalga dimasukkan dalan gelas ukur yang telah diisi air laut, lalu letakan di tempat yang terkena sinar matahari. 

    "Lalu dilakukan pencatatan suhu pada pukul 07.00, 13.00 dan 18.00. Setelah melakukan analisa data dengan menggunaka hukum perbandingan volume," kata dia. 

    Dari eksperimen tersebut didapat bahwa kenaikan suhu udara mengganggu kehidupan terumbu karang. Kenaikan suhu udara juaga cenderung menyebabkan peningkatan pemanasan global. 

    "Semakin tinggi suhu udara harian maka aktivitas fotosintesis makrolaga pada ekosistem terumbu karang semakin berkurang. Volume gas CO2 yang diserap dan volume O2 yang dihasilkan kecil," ujar Margaretha, 

    Hal tersebut, lanjutnya,  harus diminimalisir dengan mencintai lingkungan. 
    Caranya adalah dengan bakti lingkungan dan menanam pohon. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengurangi penggunaan plastik dan mengurangi penggunaan sampah plastik. 

    Raih Penghargaan 
    Penelitian yang dilakukan tiga Siswa asal Kupang itu tidak sia-sia. Mereka mendapat penghargaan sebagai juara pertama Kontes Inovator Muda IV yang diselenggarakan Lembaga Penelitaian Indonesia (LIPI). 

    Ketiganya mengalahkan 167 peserta lain dari seluruh Indonesia dan berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp12.000.000.  Adapun, pemenang kedua pada Kontes Inovator Muda adalah siswa SMA Negeri Depansar yang meraih nilai 336 poin disusul pemenang ketiga  siswa SMA 11 Makasar dengan raihan 317,5 poin.


    RDI

    Editor: acandra 
    http://www.kompas.com/read/xml/2009/11/07/20293848/teliti.terumbu.karang.siswa.kupang.juara.kontes.inovator.muda

    Rabu, 10 Desember 2008

    Perjalanan Menelusuri Jejak Orangutan di Hutan Belantikan


    Perjalanan Menelusuri Jejak Orangutan di Hutan Belantikan



     

    oleh Sadewa, Staf Program Habitat

    Centre for Orangutan Protection

     

     

    Menelusuri hutan Kalimantan adalah hal yang saya nanti-nantikan sejak saya bekerja di Centre for Orangutan Protection (COP) selama hampir 3 bulan. Rasa ingin tahu saya tentang kondisi hutan Kalimantan yang disebut-sebut sebagai jantung dunia dan juga rumah bagi orangutan dan ribuan spesies lainnya selalu mengganggu dalam pikiran. Pertengahan bulan Oktober adalah saatnya saya bersama Novi Hardianto, Manajer Program Habitat, melakukan survey habitat orangutan di daerah Kalimantan Tengah.

     

    Pada suatu pagi yang cerah, kami berangkat menggunakan mobil sewaan dengan tujuan Belantikan Raya, Lamandau. Saya dan Novi dibantu oleh dua orang lainnya, yaitu Frans dan Andi. Frans adalah sopir handal yang suka berpetualang, sedangkan Andi adalah saudara Frans yang diajak untuk membantu perjalanan ini.

     

    Di tengah perjalanan, saya menyaksikan sungai-sungai besar yang meluap setelah hujan deras sehari sebelumnya. Beberapa rumah penduduk di sekitar sungai tampak terendam banjir. Penduduk pun sepertinya telah terbiasa dengan seringnya banjir melanda daerah mereka. Saat langit mulai gelap, kami pun segera mencari tempat penginapan.

     

    Perjalanan kami lanjutkan setelah cukup beristirahat. Selama perjalanan ini saya menyaksikan betapa lajunya perindustrian telah menghabiskan ratusan ribu hektar hutan di Kalimantan Tengah. Dari atas jalanan menanjak ke arah bukit di daerah Runtu kami berhenti untuk memotret. Sejauh mata memandang yang saya lihat adalah kelapa sawit muda yang ditanam dengan sangat rapi seperti barisan. Kurang dari sepuluh tahun yang lalu daerah ini mungkin adalah hutan lebat yang ditumbuhi berbagai jenis pohon dan pastinya juga berbagai macam jenis satwa hidup di dalamnya.

     

    Semakin jauh masuk ke pedalaman semakin banyak perkebunan skelapa sawit yang kami lihat. Dari tinggi pohon dan lebatnya daun, diperkirakan perkebunan tersebut sudah berumur belasan tahun. Sekitar satu kilometer dari perkebunan sawit, beberapa pekerja menunggu truk-truk pengangkut lewat. Sesaat setelah truk itu berhenti, para pekerja sawit naik di bak belakang truk untuk diantarkan ke kebun sawit yang kami lewati tadi.

     

    Setelah melewati tiga desa kami sampai di sebuah pos penjagaan PT. Kalimantan Prima Coal (PT KPC) yang dijaga dua petugas. Kami pun turun dari kendaraan untuk meminta ijin, karena lokasi tujuan survey di Nanga Matu harus melintasi area konsesi perusahaan pertambangan itu. Seorang petugas berbadan tegap tidak mengijinkan kami masuk setelah Novi mengatakan kalau kami sedang melakukan survey orangutan. Petugas lain memberitahu kami dengan lebih ramah“, Ini adalah wilayah perusahaan, bukan jalan umum. Silahkan ambil jalur lain.” Petugas yang masih muda ini lalu menjelaskan jalan lain menuju Nanga Matu melalui Sei Palikodan.

     

    Kami pun akhirnya harus kembali untuk menuju Nanga Matu melaui jalan lain. Saat berjalan sekitar 5 kilometer, dari kejauhan nampak debu tebal berterbangan dari truk yang sedang menaiki tanjakan. Sopir kami berseru, “Itu truk pengangkut kayu logging!” Novi pun segera meminta Frans untuk mengejar truk itu agar kami bisa mengambil gambarnya dari dekat. Kamera sudah dalam pegangan, saya pun segera memotret ketika kami mendekati truk itu. Muatannya kayu-kayu berdiameter lebih dari satu meter dengan panjang mencapai lebih dari 10 meter.

     

    “Mungkin itu truk milik perusahaan penebangan di tepi sungai yang kita lalui tadi,” kata Frans. Ia menyebut nama seorang pengusaha yang cukup dikenal di Pangkalanbun, pemilik perusahaan tersebut. Setelah cukup memotret, sopir kami mengurangi laju mobil. Truk itu masih berjalan dan semakin menjauh.

     

    Di desa Bayat, kami berkenalan dengan seorang pemuda setempat di sebuah warung yang kami singgahi. Pemuda tersebut bernama Jackius, atau Ius panggilannya. Ia menjelaskan arah menuju ke Nangamtu setelah kami menanyakan dimana lokasi desa tersebut. Bahkan, ia pun bersedia mengantarkan kami, karena ia juga akan pulang ke kampungnya yang terletak tak jauh dari desa tujuan kami. Beruntung, kami akhirnya mendapatkan seorang penunjuk jalan.

     

    Oleh Ius kami disarankan untuk bermalam di camp PT Karda Traders, sebuah perusahaan penebangan kayu yang beroperasi di Belantikan Hulu dan memiliki camp di desa Sei Palikodan. Seperti di area konsesi PT KPC, jika ingin mencapai desa berikutnya harus melewati pos penjagaan milik PT Karda Traders. Bedanya, di camp ini pos penjagaan dijaga oleh sekitar sepuluh anggota Brimob. Meski pos ini dijaga lebih banyak petugas, tapi kami lebih mudah mendapatkan ijin melintas. Malam itu kami menginap di camp  tersebut setelah  mendapatkan ijin dari pimpinan proyek.

     

    Keesokan paginya matahari tertutup mendung. Kami bangun dan mengamati hutan-hutan yang berada di sekeliling camp. Ternyata hutan itu masih cukup lebat. Kawasan ini hingga melewati 5 desa ke arah utara mendekati pegunungan Swachner masih merupakan kawasan hutan yang dihuni oleh berbagai macam jenis satwa diantaranya Owa, Tarsius, Rangkong, Kancil, dan juga Orangutan.

     

    Kami segera bergegas untuk segera melanjutkan perjalanan. Sebelum berangkat Ius memberitahu bahwa perjalanan ini nanti akan menempuh medan yang berat, karena jalan yang akan dilalui cukup licin setelah diguyur hujan beberapa hari yang lalu. Mobil Kijang Krista yang kami bawa juga tidak mendukung untuk kondisi medan yang kami lalui. Seperti yang dikhawatirkan, mobil kami sempat terperosok ke dalam lumpur hingga dua kali. Hingga sampai pada tanjakan sebelum masuk desa Nanga Matu mobil kami tidak sanggup naik karena jalan cukup licin dan saat itu hujan mulai turun. Siang itu kami memutuskan kembali ke desa Benuatan untuk menyewa perahu penduduk dan meneruskan perjalanan lewat jalur sungai.

     

    Hutan di sepanjang jalur sungai Belantikan yang kami susuri adalah hutan primer yang masih terjaga, meskipun di beberapa titik kami temui beberapa lahan terbuka yang telah dibakar oleh penduduk setempat untuk dijadikan ladang. Selama menyusuri sungai itu kami juga melihat beberapa jenis satwa yang hidup di sekitar sungai, seperti Rangkong, Elang Bondol, Bekakak, dan Kera Macaca.

     

    Kami sampai di Nanga Matu setelah menempuh hampir dua jam perjalanan. Desa Nanga Matu adalah sebuah perkampungan kecil yang dihuni 39 kepala keluarga. Di desa ini terdapat sebuah base camp milik Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin). Ius mengantarkan kami ke camp Yayorin tersebut untuk singgah. Kami mendapatkan banyak informasi dan wawasan tentang pemberdayaan masyarakat dari sharing dengan staf Yayorin.

     

    Berdasarkan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) 2004, populasi orangutan di kawasan Belantikan ini diperkirakan sekitar 5000 ekor. Dengan luas hutan yang masih tersedia, maka populasi orangutan di daerah ini masih bisa bertahan. Namun, dari pengamatan dan interview masyarakat yang kami lakukan di beberapa wilayah, untuk tahun-tahun ke depan populasi ini dapat terus menurun. Hutan di daerah ini masih terancam oleh praktik pembabatan pohon dan pembukaan lahan.

     

    Warga yang kami temui di desa Kahingai mengatakan bahwa beberapa kali perusahaan kelapa sawit ingin membuka lahan di daerah ini, tapi warga selalu menolak tawaran tersebut. “Selama bertahun-tahun kami masih mempertahankan hutan di sini dari perusahaan sawit. Kami tidak pernah menerima tawaran mereka, karena perusahaan sawit selalu menginginkan lahan yang luas. Hutan kami bisa habis,” kata Kibung, warga setempat.

     

    Kibung juga menambahkan bahwa PT KPC yang berada di desa Bayat saat ini telah beroperasi, padahal perusahaan pertambangan baru tersebut masih berijin survey. “Kami melihat alat-alat produksi PT KPC telah bekerja. Mereka juga telah mengeluarkan limbah yang dibuang ke sungai. Setahu kami perusahaan belum mendapat ijin produksi,” ujarnya.

     

    Siang itu kami memutuskan untuk meninggalkan Belantikan. Kami telah mendapatkan cukup informasi dari survey yang kami lakukan untuk mengetahui kondisi habitat orangutan beserta ancamannya di daerah tersebut. Keesokan harinya kami harus meneruskan survey di lokasi lainnya, yaitu Tumbang Telaken dan Taman Nasional Sebangau.

     

    Rabu, 03 Desember 2008

    PENGHANCURAN HUTAN UNTUK KELAPA SAWIT

    Pemerintah Indonesia membiarkan Perusahaan Kelapa Sawit Menghancurkan Hutan Demi Ekspansi Lahannya  ; COP Menuntut Departemen Kehutanan bertindak proaktif melindungi orangutan, meskipun berada di luar kawasan konservasi.

     

    Juli 10, 2008             

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     


    Hutan yang dipertahankan oleh masyarakat dengan Patok akhirnya dibabat juga oleh peusahaan

    JAKARTA, Indonesia — PT. Agro Wana Lestari, yang memasih merupakan  anak perusahaan Carson Cumberbatch, menyumbang perusakan hutan di Kalimantan Tengah, yang merupakan habitat orangutan serta satwa langka lainnya

    Nasib malang bagi jutaan hidupan liar, serta tempat hidup puluhan spesies endemik kalimantan termasuk orangutan (Pongo pygmaeus) yang merupakan spesies payung tak jelas kebeadaanya di daerah Kuala Kuayan kecamatan mentaya hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, hal ini dikarenakan habitnya telah digusur menjadi lahan perkebunan sawit. Karena status hutan tersebut bukan masuk kedalam kawasan dilindungi meskipun orangutan termasuk satwa yang dilindungi UU No. 5 tahun 1990, pemerintah indonesia dalam hal ini Departemen Kehutanan yaris tidah berbuat apa-apa. Dikawasan perkebunan milik Agro Bukit juga pada tahun 2006 telah direscue oleh Pusat Reintroduksi Nyaru Menteng telah mencapai angka 56 hanya dalam waktu 4 bulan saja (Maret – Juli 2006). Itu belum termasuk orangutan yang tidak dimasukkan ke dalam pangkalan data karena sudah diketemukan dalam kondisi mati atau telanjur dikuburkan oleh pekerja perkebunan. Angka tersebut diprediksikan tembus 500 orangutan bila dilakukan konfirmasi lebih jauh dengan pengakuan para pekerja perkebunan dan kontraktor land clearing yang telah membunuh orangutan dan tidak dilaporkan ke pihak manajemen.

    Laporan ini juga menjelaskan bagaimana pertumbuhan sektor perkebunan kelapa sawit memberikan dampak buruk terhadap keanekaragaman hayati. Jumlah populasi orangutan merosot drastis dan terancam kepunahan. Dengan laporan ini ditambah dengan dokumentasi video menjelaskan bagaimana perusahaan – perusahaan besar dengan enaknya melakukan perluasan lahan diareal hutan dengan nilai konservasi tinggi dan sampai saat ini masih membabat habitat orangutan yang tersisa. Laporan ini juga mencakup investigasi  lapangan yang dilakukan oleh COP di pada tahun 2007 - 2008.

    PT. Agro Bukit telah menjadi members Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tanggal 18 Agustus 2006, suatu organisasi industri yang dibentuk untuk memastikan produksi minyak kelapa sawit yang ramah lingkungan, ternyata tidak mengindahkan kriteria atau prinsip yang telah disepakati (Kriteria 5 dan 7.3).

    Catatan Kaki :

    (1)  FINAL REPORT BUKIT berDARAH, YAYASAN BOS, LASA, SAWIT WATCH, THE ORANG BORNEO, 2006

    (2)SAWIT BERDARAH 1 & 2, COP REPORT , November 2007 & MEI 2008 

    (3) http://www.radarsampit.com/berita/index.asp?IDKategori=ProKotawaringin&id=32835

     

    Catatan Redaksi

    Orangutan Borneo terbagi menjadi 3 sub species, yakni: Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo pygmaeus wumbii, Pongo pygmaeus morio.

     

    Perkiraan jumlah orangutan liar di alam adalah sbb: Pongo pygmaeus pygmaeus sebanyak 7500, Pongo pygmaeus wumbii sebanyak 46.250, Pongo pygmaeus morio sebanyak 4825. Total seluruhnya pada tahun 2004 adalah 58.575, mencakup seluruh Borneo (Indonesia dan Malaysia). Data populasi orangutan berasal dari workshop Population and Habitat Viability Assessment tahun 2004, disingkat PHVA 2004 dan revisi oleh Wich dkk. Sejak tahun 1900, jumlah orangutan Sumatera diperkirakan turun 91%, dengan angka terbesar di akhir abad ke-20.

    Informasi visi, video, foto dan laporan

    1. Tersedia foto dan video kerusakan hutan serta orangutan di lahan perkebunan kelapa sawit. 2. Tersedia video orangutan yang terluka di perkebunan kelapa sawit.

    Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

     

    1.  NOVI HARDIANTO ( Forest4 Program Manager), mobile 0819 817 911 / email : forest4@cop.or.id

    2.  HARDI BAKTIANTORO (Direktur eksekutif),  mobile 08118333911 /  email : orangutan@indosat.net.id

     

     

    Sang Pemburu Rusa

    Selasa, 02 Desember 2008

    Why do we read Quraan, even if we can ' t understand a single Arabic ?

    Why do we read Quraan, even if we can ' t understand a
    single Arabic
    word ?

    Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti
    satupun
    artinya ?

    This is a beautiful story :

    Ini suatu cerita yang indah :

    An old American Muslim lived on a farm in the mount ai ns
    of eastern
    Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa
    wakeup early
    sitting at the kitchen table reading his Quran.

    Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu
    perkebunan di
    suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky
    dengan cucu
    lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih
    awal dan
    membaca Quran di meja makan di dapurnya.

    His grandson wanted to be just like him and tried to
    imitate him in
    every way he could. One day the grandson asked,
    "Grandpa! I try to
    read the Qur ' an just like you but I don ' t
    understand it, and what
    I do understand I forget as soon as I close the book. What
    good does
    reading the Qur ' an do?" 

    Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan
    mencoba
    untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari
    sang cucu nya
    bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur '
    An seperti yang
    kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku
    pahami aku
    lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih keb ai kan dari
    membaca Qur
    ' An?

    The Grandfather quietly turned from putting coal in the
    stove and
    replied, "Take this coal basket down to the river and
    bring me back a
    basket of water."

    Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di
    tungku pemanas
    sambil berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sung
    ai dan bawa
    kemari lagi penuhi dengan ai r."

    The boy did as he was told, but all the water leaked out
    before he got
    back to the house. 

    Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek,
    tetapi
    semua ai r habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

    The grandfather laughed and s ai d, "You ' ll have
    to move a little
    faster next time," and sent him back to the river with
    the basket to
    try ag ai n. This time the boy ran faster, but ag ai n the
    bas ket was
    empty before he returned home.

    Kakek tertawa dan berkata, "L ai n kali kamu harus
    melakukukannya
    lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke
    sung ai dengan
    keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih
    cepat, tetapi
    tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan
    rumah.

    Out of breath, he told his grandfather that it was
    impossible to carry
    water in a basket, and he went to get a bucket instead. The
    old man s
    ai d, "I don ' t want a bucket of water; I want a
    basket of water.

    Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa
    mustahil
    membawa ai r dari sung ai dengan keranjang yang sudah
    bolong , maka
    sang cucu mengambil ember sebag ai gantinya.

    Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember ai r ;
    aku hanya mau
    satu keranjang ai r.

    You ' re just not trying hard enough," and he went
    out the door to
    watch the boy try ag ai n. At this point, the boy knew it
    was
    impossible, but he wanted to show his grandfather that even
    if he ran
    as fast as he could, the water would Leak out before he got
    back to
    the house.

    Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek
    pergi ke luar pintu
    untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin
    sekali
    bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan
    kepada kakek
    nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, ai r tetap
    akan
    bocor keluar sebelum ia samp ai ke rumah.

    The boy ag ai n dipped the basket into river and ran hard,
    but when he
    reached his grandfather the basket was ag ai n empty. Out
    of breathe,
    he s ai d, "See Grandpa, it ' s useless!"
    "So you think it is useless?"

    Sekali lagi sang cucu mengambil ai r ke dalam sung ai dan
    berlari
    sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia samp ai
    didepan
    kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia
    berkata, "
    Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir
    percuma?"

    The old man s ai d, "Look at the basket." The boy
    looked at the basket
    and for the first time realized that the basket was
    different. It had
    been transformed from a dirty old coal basket and was now
    clean,
    inside and out.

    Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang
    cucu menurut, melihat
    ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari
    bahwa
    keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah
    dari 
    keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar
    dalam. "

    "Son, that ' s what happens when you read the Qur
    ' an. You mi ght
    not understand or remember everything, but when you read
    it, you will
    be changed, inside and out. That is the work of Allah in
    our lives.

    "Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca
    Qur ' An. Kamu
    tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika
    kamu membaca
    nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .

    " If you feel this em ai l is worth reading, please
    forward to your
    contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says:
    "The one who
    guides to good will be rewarded equally"

    Jika kamu merasa em ai l ini patut dibaca, maka
    lanjutkanlah ke
    teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :
    " Bagi siapa saja yang membawa keb ai kan maka akan
    mendapat ganjarany
    yang sama "
     



    .:: Siti Balkis ::. 

    www.hizbut-tahrir.or.id

    " Dan MohonlahPertolongan pada Allah dengan Sabar dan
    Sholat. Dan Sholat itu sangatberat, kecuali bagi orang2 yang
    khusuk, Yaitu mereka yang yakin bahwamereka akan menemui
    Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali padaNya. [AlBaqarah :
    45-6 ] "

     


    penjual bubur ayam dan shalat duha

    Assalamu'alaikum'
    smoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita
    berikut...Amiiin!
    Selamat membaca.
     
    ---------------------------

    Di Bandung tepatnya di daerah Jl. Dalem Kaum, yang satu
    arah, di sebelah gedung Palaguna yang saat ini sudah tidak
    dipergunakan, ada seorang kakek-kakek tua gemuk yang
    berjualan bubur ayam.

    Kalau kita lihat selintas, beliau berjualan bubur tersebut
    tidak ada sesuatu yang istimewa, seperti bubur yang lainnya.
    Bubur ayam tersebut apabila di hari-hari biasa habis
    sekitar pukul 8 pagi untuk,
    untuk hari minggu ? jam 7 sudah ledis!!!!
    Rasanya ?
    sangat nikmat, selama hidup saya di Bandung, baru kali ini
    saya merasakan bubur ayam yang senikmat ini 

    Saya perhatikan, beliau dalam melayani para pembelinya
    selalu dengan sepenuh hati, beliau memotong-motong ayam dan
    ati ampela nya se lembut mungkin, apabila ada tulang, beliau
    sisihkan, tidak dihidangkan, beliau taburkan ayam dan ati
    ampela tersebut sebanyak mungkin hingga mangkuknya terlihat
    sangat penuh. sehingga kita pun tidak merasa rugi sedikit
    pun dengan membeli bubur ayam seharga Rp.10.000 / mangkuk.

    Di dahi nya terlihat menghitam, tanda seringnya beliau
    bersujud kepada ALLAH, mukanya bercahaya tanda sering
    terbasuh oleh air wudhu... mukanya terlihat damai... jauh
    dari pikiran buruk kepada orang lain.

    Apabila ada gelandangan yang lewat dan meminta sedikit
    makanan, beliau langsung menyajikan dan memberikan satu buah
    mangkuk penuh berisi bubur ayam tanpa meminta bayaran : 

    beliau hanya berkata " keun weh karunya, bapa mah
    mening ngaladangan nu nyuhunkeun kitu tibatan ngaladangan
    preman2 nu emam bubur tapi kalalabur teu malayar" 
    (ga apa-apa, bapak sih mendingan melayani orang yang
    meminta secara sopan kepada saya daripada melayani
    preman-preman yang berlagak sok mau membeli tapi akhirnya
    tidak membayar )

    Lalu saya memberanikan diri untuk membuka pembicaraan
    dengan beliau...

    Saya : " Assalamu'alaikum Pak Haji, kumana damang
    Pajeng pa haji ?
    (Assalamu'alakum Pak Haji, Gimana kabarnya? laku ya pak
    dagangannya? )

    Penjual Bubur : " Alhamdulillah Den, cekap kangge
    tuang mah...
    (Alhamdulillah nak, cukup untuk makan sehari-hari)

    Saya : " Parantos sabaraha lami icalan didieu pa haji
    teh ?
    (Sudah berapa lama bapak berjualan di sini pak?)

    Penjual Bubur : " Ti Taun 78 Den, Alhamdulillah
    mayeng.. Alhamdulillah tos tiasa angkat ka haji 2 x, putra
    tos 
    jararanten sadayana... Alhamdulillah Den...

    (Dari tahun 1978 nak, Alhamdulillah lancar... Alhamdulillah
    sudah bisa berangkat haji 2 x, anak saya semuanya sudah jadi
    orang.. Alhamdulillah nak.)

    Saya : " Rahasiana naon eta teh Pa Haji ?"
    (Apa rahasianya pak haji?)

    Penjual Bubur : "ULAH HILAP SHALAT DHUHA UNGGAL
    ENJING-ENJING INSYA ALLAH DIMUDAHKEUN
    URUSAN KU GUSTI NU MAHA SUCI"

    (Jangan lupa laksanakan Shalat Dhuha setiap pagi, Insya
    Allah dimudahkan segala urusan oleh ALLAH SWT)

    Di dunia mah hirup mung sakedap den, ayeuna mah urang
    siap-siap weh nyanghareupan sakaratul maut, ulah silap ku
    harta banda, moal dicandak ka liang lahat. kade ulah nuang
    rezeki nu haram. Insya Allah disayang ku gusti.

    (Hidup di dunia hanya sebentar nak, sekarang kita harus
    bersiap-siap menghadapi sakaratul maut, jangan tergiur oleh
    kemewahan dalam mengejar harta benda duniawi, percuma, hal
    tersebut tidak akan kita bawa ke liang lahat. Hindari
    memakan rezeki yang haram. Insya Allah akan disayang oleh
    Allah SWT.)

    Saya : Pa haji, upami tabuh 7 tos se'ep mah naha teu
    nyandak langkung bubur teh ? naha mung nyandak 5 kg wae

    (Pa haJI, bila setiap hari jam 7 pagi dagangan sudah habis,
    kenapa ga bawa buburnya dilebihin aja dari 5 kg? kenapa
    hanya di pas ambil 5 Kg)

    Penjual Bubur : Mun dilangkungan, sok kacandak deui ka
    bumi, janten mubah. Panginten rezekina ti ALLAH mung 5 kg
    sadinten, eta teh kacandak Rp. 1jt sadinten, upami dinten
    minggon tiasa kacandak Rp. 2 jt sadinten..

    (Bila dilebihin, suka jadi mubazir, akhirnya terbawa
    kembali ke rumah. Mungkin rezekinya dari ALLAH hanya 5 KG
    sehari, itu juga Bapak bisa bawa pulang 1JT rupiah sehari,
    apabila hari 
    minggu bisa bawa pulang 2 Jt..

    Saya jadi teringat kepada salah satu ayat AL Quran..
    "Rezeki diberikan oleh Allah kepada semua orang baik
    maupun jahat. tetapi pemberian yang khusus, rezeki yang
    sebenarnya, sebagai hasil perjuangan rohani ialah untuk
    kehidupan orang yang benar-benar bertaqwa kepada ALLAH
    SWT" (QS.20:132.Abd Yusuf Ali)

    Allah senantiasa memberikan Rahmat-Nya kepada setiap
    makhluk yang dikehendaki- Nya. Bahkan kepada bapak
    yang sehari-harinya hanya menjual bubur ayam...

    Apakah kita termasuk umat yang diberi rahmat dan
    hidayah-Nya ?
    Hanya Kita sendiri yang bisa menjawabnya. ...
     
     


     

    .:: Siti Balkis ::. 

    www.hizbut-tahrir.or.id


    " Dan Mohonlah Pertolongan pada Allah dengan Sabar dan
    Sholat. Dan Sholat itu sangat berat, kecuali bagi orang2
    yang khusuk, Yaitu mereka yang yakin bahwamereka akan
    menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali padaNya.
    [AlBaqarah : 45-6 ] "

     

    Jangan Jauhi Masjid

    Jangan Jauhi Masjid


    Pernah ada tetangga yang sering pindah-pindah rumah hanya
    karena tidak ingin dekat dengan masjid. "Suara adzan
    berisik, sering mengganggu waktu tidur kami," ujarnya.
    Masya Allah, ada orang, bahkan satu keluarga yang mengaku
    muslim namun merasa sering terganggu dengan suara adzan dari
    masjid.

    Tetapi mungkin Allah masih tetap ingin memberinya hidayah
    kepadanya, karena beberapa kali berpindah rumah ia selalu
    mendapatkan rumah yang tidak jauh dari masjid. Bahkan pernah
    sekali rumahnya bersebelahan dengan masjid. Pernah juga di
    rumah yang lain yang mulanya ia cukup senang karena sangat
    jauh dari masjid, eh tidak lama kemudian masyarakat setempat
    beramai-ramai membangun masjid. Dan letaknya, justru hanya
    beberapa langkah saja dari rumah keluarga yang ingin
    menjauhi masjid.

    Beruntung, hidayah Allah benar-benar menembus. Keluarga ini
    kemudian perlahan-lahan mulai menyadari bahwa ia tidak akan
    pernah bisa jauh dari masjid selama masih tinggal di
    Indonesia, negeri yang mayoritas memeluk agama Islam. Satu
    persatu anggota keluarga ini menjadi bagian dari jamaah
    masjid di dekat rumahnya.

    Ada lagi yang tidak separah keluarga di atas. Mereka rajin
    sholat, namun lebih suka di rumah. Banyak alasan yang
    dipakai, mulai dari jarak yang lumayan jauh sampai pada
    persoalan perbedaan tata cara ibadah semisal subuh pakai
    qunut atau tidak, sholat jum’at adzan dua kali atau
    sekali. Ada lagi alasan tidak ke masjid karena menganggap
    masjid itu miliki golongan tertentu, sedangkan ia berada di
    barisan yang berbeda. Tapi yang paling banyak dipakai adalah
    alasan yang dibuat-buat alias malas ke masjid.

    Buat orang-orang sibuk yang bekerja sejak pagi hingga
    malam, masih dimaklumi jika tidak sempat menyambangi masjid
    di lingkungannya. Toh, di waktu dzuhur dan ashar ia pun
    sholat di masjid di kantornya. Begitu pula waktu maghrib dan
    isya, ada yang bertemu masjid di perjalanan pulang dan
    mereka mampir untuk bertemu Allah, tidak sedikit pula yang
    memutuskan pulang ke rumah sesudah sholat maghrib. Intinya,
    tetap ke masjid.

    Tetapi, bagaimana pun fungsi masjid tak sebatas tempat
    beribadah mahdhah saja, masjid juga memiliki fungsi sosial,
    pendidikan, ekonomi, budaya dan politik. Fungsi sosial
    misalnya, silaturahim tetap harus dijaga di antara warga
    yang tinggal di sebuah lingkungan. Karena sepanjang waktu
    habis dipakai untuk bekerja, maka shubuh merupakan
    satu-satunya waktu untuk tetap menyambung silaturahim itu.
    Atau di hari libur, kita bisa lebih sering bertatap muka
    dengan jamaah lainnya. Jika kita tidak sempat bertamu ke
    tetangga, masjid bisa memfasilitasi pertemuan dengan banyak
    warga tanpa harus berkunjung satu persatu ke rumah tetangga.

    Sayang sekali, jumlah masjid yang sangat banyak tumbuh di
    negeri ini tidak diimbangi dengan semangat untuk
    memanfaatkannya. Saya masih ingat ketika masih tinggal di
    Tangerang, ada semangat luar biasa dari warga untuk
    membangun masjid bersama-sama hanya karena mendengar isu
    lahan kosong itu hendak didirikan bangunan ibadah ummat
    beragama lain. Tetapi ketika masjid itu sudah berdiri tegak,
    kita tak ramai-ramai menegakkan ibadah di dalamnya.

    Ada orang-orang yang memanfaatkan masjid hanya pada moment
    tertentu, seperti pernikahan. Saat sepasang lelaki dan
    perempuan memulai hidup baru, mengikat janji setia. Indah
    sekali, sebuah ikatan sakral yang dilakukan di dalam masjid
    disaksikan ratusan pasang mata dari keluarga, kerabat,
    sahabat serta tamu undangan. Tidak hanya itu, Allah dan para
    malaikat pun menyaksikan prosesi penyatuan dua insan itu.

    Sesudah itu, kita lupa lagi dengan masjid. Lupa bahwa di
    masjid lah kita memulai hidup baru, dan terlebih lupa pula
    bahwa di masjid pula lah kita akan mampir sejenak setelah
    kehidupan berakhir. Ini ingatan untuk diri pribadi agar tak
    menjauhi masjid, sebab saya tak ingin orang-orang tak
    berkenan hadir untuk menyolatkan jenazah saya di masjid
    karena saya dianggap bukan bagian dari jamaah masjid. (gaw)


     

    .:: Siti Balkis ::. 

    www.hizbut-tahrir.or.id

    " Dan MohonlahPertolongan pada Allah dengan Sabar dan
    Sholat. Dan Sholat itu sangatberat, kecuali bagi orang2 yang
    khusuk, Yaitu mereka yang yakin bahwamereka akan menemui
    Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali padaNya. [AlBaqarah :
    45-6 ] "

     


    Kamis, 17 Juli 2008

    CIRI CIRI SUAMI SELINGKUH

    CIRI CIRI SUAMI SELINGKUH

    PRIA “manis” yang terlihat tak mungkin macam-macam pun bisa menjadi peselingkuh. Mulai dari selingkuh kecil hingga selingkuh berat yang berlanjut ke ranjang.Bukan berarti harus mencurigai pasangan Anda. Tapi, seperti anekdot “kucing disodori ikan asin pasti langsung disambar”, siapa yang tak tergoda jika ada seseorang yang terus-menerus mencoba menarik perhatian kita. Karena sering bertemu, mengobrol, dan akhirnya saling curhat, perselingkuhan pun semakin mungkin terjadi. Apalagi bila kebetulan kondisi hubungan dengan pasangan pun sedang seperti mendung yang gelap.

    Namun, tentu saja tak berarti solusinya adalah mengawasi dan menginterogasi pasangan selama hampir 24 jam. Yang penting, ciptakan hubungan yang kondusif di antara Anda berdua, dan belajarlah jeli membaca tanda-tanda kemungkinan adanya perselingkuhan. Dengan begitu, penghianatan bisa segera dihentikan, dan hubungan Anda berdua pun masih terselamatkan.

    Lalu, apa saja tanda-tanda awal yang bisa dijadikan petunjuk? Marcella Bakur dan Raymon B Green dalam buku mereka, 180 Telltale Signs Hates Are Cheating and How to Catch Them, mengungkapkan 10 tanda emosional seseorang yang sedang berselingkuh.

    1. Dia lebih perhatian dari biasanya.

    Ini karena dia merasa bersalah kepada Anda. Namun, perhatian tersebut perlahan-lahan akan berkurang dan akhirnya menghilang setelah perselingkuhan semakin dalam.

    2. Dia mulai menghujani Anda dengan hadiah.

    Sama seperti poin pertama, ini dilakukannya karena merasa bersalah telah menghianati Anda. Dengan memberikan hadiah-hadiah itulah ia bisa mengatasi rasa bersalah.

    3. Tingkah lakunya membuat Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres.

    Percayailah insting Anda. Tidak peduli dengan insting tersebut sama saja Anda “membutakan” diri dari kebenaran yang ada. Andalah yang paling tahu kebiasaan, rutinitas, dan sikap-sikapnya sehari-hari. Jadi, curigalah bila semua itu berubah.

    4. Dia mulai semakin sering memancing pertengkaran.

    Ini adalah alasannya untuk marah dan pergi menemui kekasih gelapnya. Namun, bisa juga dilakukan karena perasaannya yang bercampur aduk setelah menghianati Anda.

    5. Selalu membicarakan kemungkinan hubungan Anda berdua berakhir.

    Waspadalah jika dia mulai sering berkata, “Apa yang kamu lakukan jika hubungan kita berakhir? Atau, “Jika sesuatu terjadi pada kita berdua, saya akan selalu menyayangi kamu sebagai teman.” Asal Anda tahu, kalimat berandai-andainya itu karena ada orang lain yang akan menerimanya dengan senang hati begitu hubungan anda berdua berakhir.

    6. Dia seperti Anda saat sedang mengalami PMS.

    Dia tampak senang dan bersemangat ketika akan pergi keluar rumah sendirian, dan langsung lesu serta lemas saat berada di dekat Anda.

    7. Selera musiknya tiba-tiba berubah.

    Karena jadi lebih sering mendengarkan musik kesukaan “sang pacar”, ia pun jadi ikut menyukai musik tersebut.

    8. Harga dirinya rendah.

    Bukan berarti lalu dia pasti berselingkuh. Namun, orang-orang seperti ini umumnya cenderung mencari rasa aman dan umpan balik positif dari orang lain. Nah, salah satu cara mendapatkannya, ya, lewat perselingkuhan!

    9. Dia terus-menerus mengkritik orang lain (lawan jenisnya).

    Ini adalah usahanya untuk membuat Anda berpikir bahwa orang seperti itu bukanlah tipe favoritnya, walau sebenarnya diam-diam dia tertarik.

    10. Dia jadi lebih sering memberi kritik pedas kepada Anda.

    Emosinya jadi lebih mudah terpancing terhadap komentar Anda, bahkan komentar netral sekalipun. (ima/Okz, berbagai sumber)

    DIarsipkan di bawah: KELUARGA

    Selasa, 15 Juli 2008

    Bagaimana Sebuah Hadis Membuat Einstein Terkesima?

    Bagaimana Sebuah Hadis Membuat Einstein Terkesima?

    Albert Einstein, ilmuan fisika terbesar sepanjang masa dalam sebuah risalah terakhirnya menulis, Islam lebih utama, lebih sempurna dan lebih logis dibanding agama-agama dunia yang ada. Risalah ilmiahnya itu berjudul “Die Erklarung” yang ditulis dalam bahasa Jerman pada tahun 1954 di Amerika.einstein.jpg

    Risalah ini pada hakikatnya sama dengan surat rahasia yang ditulisnya kepada Ayatullah Al-Uzhma Boroujerdi. Dalam risalah ini, Einstein membuktikan teori relativitasnya dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis dari buku Nahjul Balaghah dan Bihar Al-Anwar. Ia mengatakan, hadis-hadis punya muatan seperti ini tidak bakal di mazhab lain. Hanya mazhab Syiah yang memiliki hadis dari para Imam mereka yang memuat teori kompleks seperti Relativitas. Sayangnya, kebanyakan ilmuannya tidak mengetahui hal itu.

    Salah satu hadis yang menjadi sandarannya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Allamah Majlisi tentang Mi’raj jasmani Rasulullah saw. Disebutkan, “Ketika terangkat dari tanah, pakaian atau kaki Nabi menyentuh sebuah bejana berisi air yang menyebabkan air tumpah. Setelah Nabi kembali dari Mi’raj jasmani, setelah melalui berbagai zaman, beliau melihat air masih dalam keadaan tumpah di atas tanah.” Einstein melihat hadis ini sebagai khazanah keilmuan yang mahal harganya, karena menjelaskan kemampuan keilmuan para Imam Syiah dalam relativitas waktu. Menurut Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani berbanding terbalik dengan formula terkenal “relativitas materi dan energi”.

    E = M.C2 >> M = E :C2

    Artinya, sekalipun badan kita berubah menjadi energi, ia dapat kembali berujud semula, hidup kembali.

    Dalam suratnya kepada Ayatullah Al-Uzhma Boroujerdi, sebagai penghormatan ia selalu menggunakan kata panggilan “Boroujerdi Senior”, dan untuk menggembirakan roh Prof. Hesabi, ia menggunakan kata “Hesabi yang mulia”.

    Naskah asli risalah ini masih tersimpan dalam Safety Box rahasia London(di bagian tempat penyimpanan Prof. Ibrahim Mahdavi), dengan alasan keamanan.

    Risalah ini dibeli oleh Prof. Ibrahim Mahdavi (tinggal di London) dengan bantuan salah satu anggota perusahaan pembuat mobil Benz seharga 3 juta dolar dari seorang penjual barang antik Yahudi.

    Tulisan tangan Einstein di semua halaman buku kecil itu telah dicek lewat komputer dan dibuktikan oleh para pakar manuskrip. (http://ahmadsamantho.wordpress.com/2007/12/26/einstein-terpesona-hadist-nabi-muhammad-saw/)