Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 03 Desember 2008

Bukit Sentuai

Selasa, 02 Desember 2008

Catatn Akhir di Commpress LIPI


Catatan Akhir di Commpres

Oleh : Novi Hardianto, S.Si

 

 I. Apa sih Commpres menurut saya : Community Preparednes merupakan salah satu program kolaborasi dari tiga puslit di LIPI antar lain puslit geotek, puslit osionografi , dan puslit P2K adapun fokus program kepada kesiapsiagaan masyarakat terhdap bencana Gempa dan tsunami.

 

 II. Bagaimana bisa gabung di Commpres : Sebelum saya bergabung di Community Preparedness saya pernah menjadi Voulenteer Duta Karang sebagai Fasilitator bulan Agustus 2002 adapun pelaksana program ini adalah Coremap LIPI, disinilah saya banyak menimba ilmu kefasilitatoran bersama guru saya yaitu Mbak Irin, Mbak Dwi dan Pak Fidel, dan yang pasti senang sekali jumpa sama teman - teman yang berlatar belakang berbeda truz kita kerja bareng deh keren abiz deh selain senang dengan dunia bawah laut saya juga berlatar belakang Biologi jadi apapun kegiatan yang berbau laut saya suka termasuk makan yang berasal dari laut  seperti ikan bakar, ikan asin dll wah jadi ngelantur neh. kemudian bulan September saya ikut juga sebagai fasilitator Clean Up The World, acara ini juga seru abis karena ternyata sampah juga bisa masalah besar kalo g cepat di atasi. setelah acara itu selesai maka selesailah tugas saya menjadi fasilitator di coremap, tapi bukan berarti selesai juga tali silaturahmi dengan teman-teman voulenteer serta guru-guruku di Coremap. Tibalah saya harus menyelesaikan tugas akhir saya di sebuah pulau sibeurt, pulau  yang terisolasi Menurut sejarah, sejak jaman Pleistocene Kepulauan Mentawai sudah terpisah dari daratan Sumatera, lamanya masa terpisah ini  menyebabkan tingginya bentuk flora dan fauna  endemik kepulauan tersebut Menurut sejarah, sejak jaman Pleistocene Kepulauan Mentawai sudah terpisah dari daratan Sumatera, lamanya masa terpisah ini  menyebabkan tingginya bentuk flora dan fauna  endemik kepulauan tersebut. Setelah saya menyelesaikan tugas akhir saya langsung bekerja di sebuah LSM Lingkungan untuk perlindungan satwa, saya tetap di bagian yang berbau laut yaitu perlindungan penyu di Bali dan Paus di Lamalera NTT. Setelah kontrak saya habis kemudian tidak saya perpanjang karena dalam buku kecil  yang saya baca yang berjudul Who Move My Cheese. Bagi temen-temen  yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.

         Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

         Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar.  Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.  

maaf ya jadi panjang lebar deh ceritanya, singkat cerita ketika saya gagal mengikuti ujian S2 di Jerman saya putuskan untuk mencari link sebanyak-banyaknya untuk membuat peluang kerja sebanyak banyaknya juga hiks.

akhir 2006 sekitar bulan november saya dan sahabat saya Vishnu  ke Coremap untuk bersilahturahmi, disana saya bertemu mas firman sahabat setia saya waktu program duta karang sebagai seksi sibuk, dia tanya kemana aja nov menghilang g ada kabar”? ada kok mas kata saya. “lagi ada kegiatan siaga bencana lo g ikutan ne mau pada pameran  Di Bali”  katanya lagi. wah mau dung ikutan kata saya, “hubungin Mbak irin ato pak fidel aja gih” tandasnya. singkat cerita saya janjian sama pak fidel dan mbk irin di coremap untuk bincang-bincang katanya. pas saya datang kecoremap memang sedang sibuk beres-beres karena abiz pameran di Bali tentang siaga bencana, trus datang pak fidel dia tanya “lagi sibuk apa lo”? saya n vishnu bilang “lagi sibuk cari kerjaan pak”, wah kebetulan kata pak fidel “tahun depan kita punya program kompres” kata pak fidel dan mbak irin “dan kita butuh orang - orang yang siap bermobilitas tinggi” tambahnya. emang siapa yang meriang pak kok pake di kompres segala, eh ternyata persepsi saya dan nunu salah, bukan kompres tapi COMMPRES yang kepanjangannya Community Preparedness alias kesiapsiagaan masyarakat, trus saya sela mau banget pak saratnya apa neh kata nunu. “siapin CV aja trus siap presentasi” kata pak fidel nanti saya hubungin kamu lagi katanya. saya sempat dikenalkan sama beberapa rekan seperti Juriono, Bilay, mbak diah, mbak nia, citra, Ariel, juga Pak Haryadi dari Puslit Geotek,

         Singkat Cerita saya akhirnya wawancara didepan pak fidel  bersama rekan-rekan lainya seperti Juriono, Triono, Aan, Mbak nia, Nunu, Mbak Diah, Ari, dan ternyata orang - yang di panggil pak fidel adalh orang-orang yang diposisikan sebagai Koordinator wah senang bercampur bingung aja apa saya bisa dalam hati saya. Adapun posisi – posisi tersbut adalah Ari sebagai koordiantor Pengembangan Materi, Nunu Koordinator Sosialisasi Materi, BJ Koordinator SOP, saya Koordinator Simulasi dan Evakuasi, Triono Koordinator advokasi & kelembagaan dan Mbak Diah Koordinator FC. ketika posisi tersebut ditetapkan beserta timnya masih banyak sekali kebingungan- kebingungan yang terjadi dalam diri saya. untuk mengatasi masalah itu semua saya mencoba bergrilya mencari input bagi otak saya untuk  melaksanakan program ini. maka terjadilah pertukaran informasi yang cukup untuk memenuhi ruang otakku dibagian commpres.

 

III. Apa yang dilakukan di Commpres : Sebelum melakukan aktivitas berat selama satu tahun semua voulnteer di gembleng habis-habisan, Mulai dari Capasity building disana kita diajarkan bagamana menjadi seorang fasilitator yang terampil, mampu bekerja secara teamwork, menjadi eksekutor dalam membawa misi kesiapsiagaan pelatihnya pun para pakar  fasilitator seperti, Bang Ben, Mbak Irin dan Pak Fidel. Setelah itu baru otak kita di Isi oleh Ilmu kebencanaan, Ilmu geografi, Sosek dll. Masing – masing orang diharapkan paham akan teori dasar tentang Apa itu bumi, Bagaimana bumi bergerak, kenapa bisa terjadi gempa, bagaimana prosesnya, apa syarat terjadinya Tsunami, apa Likuifakasi, apa itu Paleotsunami, bagaimana tinggat kerentanan masyarakat Pematerinya adalah langsung dari pakarnya seperti Pak Haryadi, pak Adrin, Pak Eko, Pak Yugo, Om Aci,Bu Deni, sampai menghafalakan tepuk siaga dll deh, “Ayo kita siaga 2x Kalo kita mengerti kita g takut lagi trus  lagu kalo ada gempa ciptaan Grup Band Naif “ Kalo ada Gempa Lindungilah kepala, Kalo ada gempa masuk dibawah meja, kalo ada gempa hindari dari kaca, Kalo ada Gempa Lari kelapangangan terbuka terot terot tojing Hoyy”. Pengetahuan itulah yang akan kita tularkan sebagai virus kesiapsiagaan kedaerah-daerah rawan bencana gempa dan tsunami. Wah rasanya saya mendapatkan anugrah dan kesempatan yang luar biasa neh dari LIPI untuk membawa misi kemanusian khususnya menyebarkan ilmu yang Insya Allah tidak akan pernah habis. Walaupun saya pernah berkecimpung di PMI selama 6 tahun tapi misi yang baru menurut saya ini membuat  rasa haru, bangga dan degdegan menyelimuti alam fikiran saya untuk melakukan hal-hal yang sangat menanatang ini. Rencananya Virus kesiapsiagaan ini akan kita sebar kesemua kalangan dengan berbagai kegiatan

       Sesuai dengan program yang telah disusun untuk daerah kunjungan pasca bencana yang terpilih dengan berbagai pertimbangan yaitu Yogya, Klaten, Aceh, Padang, Pangandaran dan Manado. Saya mendapat tugas  di daerah Klaten dan Manado, didua tempat ini lah saya mulai engeh dan tau bahwa tugas kita sangat berat yaitu sebagai Agen Penular dari Virus Kesiapsiagaan. karena hasil assesment tim sosek bahwa masyarakat kita sangat minim sekali tentang informasi bencana dan kesiapsiagaan, yang sedih adalah kita termasuk bangsa yang sering melupakan sejarah. Tugas LIPI di daerah pasca bencana ini adalah memberikan suatu pemahaman ke semua kalangan  baik  itu masyarakat, sekolah dan aparat pentingnya kesiapsiagaan karena negara indonesia negara yang rawan bencana dan sangan komplit bencana saking komplitnya sampe dijulukin Negara dengan supermarket bencana alias tinggal bilang aja mau bencana apa juga ada  iiihhh ngeeerrrii banget, Slogan yang kita sampaikan adalah “Indonesia Rawan Bencana Ayo Kita Siaga !!!” ini adalah kalimat yang memuat unsur motivasi dan ajakan untuk waspada dan siaga menurut saya. kegiatan yang dilakukan adalah TOT Guru, CSS alias Children Science Suport, TOT Aparat dan sedikit Simulasi Sekolah, dan yang paling penting di setiap daerah kita selalu mendapat dukungan dari temen - temen yang berkecimpung di gerakan sosial seperti SAR, PMI, Mapala yang langsung terjun bersama dalam setiap kegiatan LIPI jadi harapan kami rekan kita itulah yang nantinya akan meneruskan Penyebaran Virus Kesiapsiagaan di daerah mereka. Dari kunjungan kedua daerah tersebut telah memberikan pengalaman yang berharga  buat saya bagaimana menyebarkan informasi melalu berbagai media dan dengan cara yang unik. walaupun dunia kegempaan merupakan dunia baru namun saya berupaya untuk mengejar ketinggalan dari rekan-rekan Compress yang lebih dulu berkecimpung.

Kunjungan Pasca bencana selesai ternyata masih ada PR kegiatan FULL MENU di Maumere, Serang, Cilacap, dan Bengkulu. Model kegiatan apalagi neh dibenak saya, full menu disini adalah paket lengkap yaitu ada kajian sosek (sosial ekonomi) dari Puslit P2K yang dikomandoi oleh DR. Deni yang akrab dipanggil bu Deni, kemudian kajian Geotek yang dikomandoi oleh  DR. Haryadi beserta timnya, juga ada kajian Kerentanan oleh Pak Heryal  trus ada kajian Infrastruktur dan yang  terakhir adalah PUBED (Public Education) di Komandoi oleh Mbak Irin dan Mini Commpress yang dikomandoi oleh Pak Fidel. Wah kalo ini ya benar - benar paket komplit men, dan diharapakan khasiatnya manjur. Dari Pubed Compres sendiri adalah ujung tombak dari semua rangkaian kegiatan  kajian - kajian kemudian dari bahasa ilmiah ditransfer kedalam bahasa yang sederhana dan mudah di cerna dan dipahami oleh setiap kalangan nah itu gaweannya tim Pubed dengan cara menerapkan sistem Edukasi dan Intertaiment atau disingkat Edutaiment kalo salah boleh dikritik kok. kegiatannya TOM, CSS, TOT Guru, dan Pameran Siaga bencana. Nah kalo mini commpress adalah penutup rangkaian kegiatannya yaitu TOT Masyarakat, TOT Aparat, FGD dan Simulasi. disetiap daerah memiliki kekhasan tersendiri, saya akan mencoba memaparkan sedikit pengalaman saya selaku mantan koordinator Simulasi dan Evakuasi, tim saya berjumlah 4 orang yang terdiri dari saya, Bilay, Mbak Nia, dan Titik. Anggota Tim simulasi ini memiliki keahlian yang berbeda seperti Bilay yang nama originlnya DWI YULIANTO adalah pakar Outdoor yang siap tempur dimana saja berada, hobby utamanya adalah panjat dinding, naik gunung dan bilayer makanya dijuluki Bilay, kemudian Mbak nia yang nama lengkapnya KURNIA HAKIM seorang Petualang/traveling, ahli susur gua, dan trauma healing dengan teori Emotional Freedom Tehnik senior kita yang satu ini mempunyai banyak keahlian hobi Menulis, cerpen dan puisi ya sesuai dengan backgroundnya Ilmu Komunikasi, kemudian TITIK KUSUMAWATI seorang Ahli Analis Kimia  hobi utamanya tersenyum dan tertawanya yang khas dan yang terakhir saya  NOVI HARDIANTO dengan background Biologi, hobi menghibur dengan cerita-cerita lucu yang sedikit berbau kedewasaan hehehe, keahlian saya….. temen-temen aja deh yang nilai ntar dibilang narsis lagi. Ga nyangka juga ternyata simulasi ini emang orang-orang yang gokil n siap tempur dimana aja, emang hebat Pak Fidel N Mbak Irin kalo memposisikan orang dalam Tim. Tim Simulasi bisa ada sebagian yang bilang tim yang paling santai tapi ada juga tim juga yang bilang tim paling ribed, berat, sibuk, Kami sebagai tim simulasi hanya mencoba berbuat/melakukan yang terbaik dan sebisa kita sesuai denga TUPOKSI (tugas pokok dan fungsinya), saya sangat salut dan bangga mempunyai tim yang sangat solid seperti ini walaupun dalam setiap meeting perencanaan kita sering adu debat dan sampai adu jotos tapi kita dilapangan selalu satu Misi satu Visi.Tim simulasi tidak akan berjalan kalo tim yang lain tidak bergerak, jadi intinya kita semua tim Commpres  adalah satu layaknya sebuah BUS, ada yang jadi Supir sebagai pengendali, ada yang jadi Bemper, Ban, kenek, penumpang, satu komponen tidak ada maka akan terhambat pergerakan BIS tersebut, Betul tidak!!! Kata AA Gym.

Seperti contoh setiap selesai melakukan CSS tim simulasi harus mempersiapkan simulasi kelas, simulasi disini adalah latihan bagaimana para siswa dapat menyelamatkan diri dari kelas, ngumpet dibawah meja sampai keluar kelapangan sekolah saat terjadi gempa. dalam latihan ini terlihat bahwa sekolah perlu atau tidak  adanya Protap sekolah maka rangkainya berikutnya adalah TOT Guru dimana hasil yang diharapkan keluarnya Protap sekolah nah itu tugasnya Bang Juri untuk menggiringnya dan tim simulasi mengujikan protap tersebut dalam bentuk simulasi sekolah, dalam simulasi ini di uji siapa berbuat apa dan melihat apakah 4 komponen kesiapsiagaan berperan semua adapun komponen tersebut : Kelompok Peringatan Dini-Kelompok Pertolongan Pertama-Kelompok Evakuasi-Kelompok Tenda Tungku Lumbung dan biasanya sebelum latihan penyelamatan diri sekolah kita adakan dulu TTS (Table Top Simulation) uji kelas siapa berbuat apa dan bermain Peran dari Kepala sekolah, Guru, sampai siswa.

Rangkaian kegiatan berikutnya adalah TOT masyarakat sasaran peserta kegiatan ini adalah para aparat kecamatan, RW dan RT serta tokoh masyarakat, tokoh agama,tokoh pemuda sampai ibu-ibu PKK dan karang taruna. di kegiatan ini tim simulasi sudah mulai bekerja ekstra berat karena kita akan mencari daerah mana yang siap dijadikan tempat unuk latihan penyelamatan terpadu dan apakah komponen kesiapsiagan tingkat desa sudah bisa berjalan? yang pasti peserta TOT masyarakat dibekali pengetahuan tentang bencana, komponen kesiapsiagaan, keterampilan P3B (pertolongan pertama pada Bencana) dari PMI trus Keterampilan Evakuasi dari SAR dn PMI sampai ke Manajemen Shelter (manajemen tempat pengungsian). Rangkaian  berikutnya adalah TOT Aparat hasil dari TOT Guru, TOT masyarakat disajikan di TOT Aparat untuk sama membuat peta evakuasi, rambu-rambuevakuasi, skenario latihan sampai pengeluaran kapasitas masing-masing instansi. Hari yang paling mendebarkan adalah Proses latihan Penyelematan diri terpadu, disini semua pihak dan unsur bermain sesuai dengan peranan masing-masing LIPI hanya sebagai Pemantau Proses latihan. Di Kota  Maumere NTT LPDT ini benar-benar seperti dalam keadaan  nyata semua unsur melakukan latihan serius serkitar 1000 orang terlibat karena mereka pernah mengalami tsunami tahun 1992 dengan korban sekitar  2000an. di Anyer terlihat sedikit tidak serius, walaupun peserta yang mengikuti sekitar 2000 orang. Dari daerah yang satu kedaerah yang lain TIM Simulasi mencoba dan terus melakukan evaluasi dan perbaikan kearah yang lebih baik, seperti yang kita lakukan di Cilacap dalam latihan Penyelamatan Diri Terpadu tidak hanya berlari sampai ketitik aman tapi ada proses latihan lagi di Camp Pengungsian mulai dari klasifikasi korban sampai pembagian logistik  disini peserta yang terlibat dari 2 RW sekitar 4500 orang. Simulasi atau LPTD Nasional dilaksanakan di Kota Bengkulu dengan peserta yang terlibat sekitar 10.000 orang ini adalah simulasi akbar kedua setelah dilakukan di padang tahun 2006. Dalam hal LPDT ini Point pentingnya adalah bagaimana masyarakat, sekolah mampu melakukan kesiapsiagan swadaya semampunya  dan aparat setempat bisa membuat protap daerah dengan pembagian peran siapa  berbuat apa. kegiatan seperti ini harus sering dilakuakn dari pihak daerah itu sendiri yang dikomandoi oleh kesbanglinmas atau Satrkorlak.

         Banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari setiap rangkaian kegiatan di Commpress, walaupun di setiap kegiatan punya banyak kekurangan dan kelebihan tapi LIPI mencoba berbuat untuk bangsa ini untuk mengurangi resiko kematian pada saat terjadi bencana gempa khususnya. karena kita sadar Negara kita rawan bencana dan kita sama sekali tidak tau kapan bencana akan datang.

 

 Pembelajaran apa Yang didapat saja di Commpres

 1. Indonesia rawan bencana Ayo Kita Siaga

 2. Kalo Kita Mengerti Kita Gak Takut Lagi

 3. Kita harus menjadi Motovator - Inovator - Provokator - Eksekutor

 4. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh

 5. Disetiap diri manusia punya potensi yang luar biasa

 6. Kita Pasti bisa!!!!

 

Pembelajaran yang sangat luar biasa yang saya dapat di sini mulai bagaimana menjadi seorang fasilitator sampai bagaimana menjadi seorang eksekutor dalam mengatasi berbagai persoalan tim, saya merasa masih banyak sekali ilmu yang perlu saya kaji lagi dan saya merasa masih sedikit sekali ilmu saya peroleh disini, saya enjoy sekali kerja sama rekan - rekan yang selalu mendukung, dan mau ngajarin  saya. kemudian saya ingat lagi  pesan moral  buku Who Move My Cheese lagi saya harus bereksplorasi lagi di tempat lain guna mengembangkan diri saya.

 AYO KITA SIAGA !!!!!

Demikianlah sekelumit catatan dari seseorang yang haus Ilmu, dan ingin terus belajar dan belajar dimanapun kapanpun dan oleh siapa saja, semoga menambah rasa kangen kita semua  untuk selalu bersilahturahmi, berekspresi dan berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Yang benar datang dari Allah SWT dan yang salah dari saya sendiri, mohon maaf kalo ada kesalahan, Satu kata terakhir dari saya :

 “ Datang Dan Pergi Untuk Sebuah Cita-cita”

 

Thanks Special buat Pak Yan, Pak Hery, Mbak Irin, Pak Fidel, Pak Haryadi, Bu Deni, Mbak Dwi, Pak Yogo, Pak Heryal, Om Aci, Pak Adrin, Pak eko, Bu Yeti, Pak Misdi dan semua para peneliti di LIPI yang berkecimpung di Commpres yang saya tidak bisa  sebutkan satu persatu, terimakasih atas kesempatan yang berharga  diberikan kepada saya untuk bergabung di “Tim Pelangi” kata Pak Hery bilang,  mohon maaf kalo selama dalam bekerja dengan saya ada perbuatan dan perkataan yang kurang .dan yang terpenting terima kasih atas ILMU dan Pengalaman yang berharga  diberikan kepada saya dan akan saya sebarkan ilmu itu dimana pun saya berada.

 

Terimakasih buat Tim SIMULASI (Bilay, Mbak Nia, Titik) atas semangat dan dedikasinya untuk bangsa Ini, Tim Pubed (Akoz, Ari, Berdi, Nunu, Iril,  liza, Nita)

Tim Mini commpres lainya (Citra, BJ, Lilis, Triono, Cecen, Mbak Diah, Ariel, Aan, Tiyo, Coco), Tim MIKC (Diah, Irma, Alan, kinky, sena, alus, Arnes, kican wahyu, susi, Rio) dan semua rekan yang membantu dilapangan Bang Joni, Bang Pice (PMI Bengulu), Bang Benru, Mercy (SAR Manado) dan semua nya, kalian adalah putra putri pilihan yang terbaik.

 

                                                                                 NH/2007/hardianto_novi@yahoo.com/081514051885

Why do we read Quraan, even if we can ' t understand a single Arabic ?

Why do we read Quraan, even if we can ' t understand a
single Arabic
word ?

Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti
satupun
artinya ?

This is a beautiful story :

Ini suatu cerita yang indah :

An old American Muslim lived on a farm in the mount ai ns
of eastern
Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa
wakeup early
sitting at the kitchen table reading his Quran.

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu
perkebunan di
suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky
dengan cucu
lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih
awal dan
membaca Quran di meja makan di dapurnya.

His grandson wanted to be just like him and tried to
imitate him in
every way he could. One day the grandson asked,
"Grandpa! I try to
read the Qur ' an just like you but I don ' t
understand it, and what
I do understand I forget as soon as I close the book. What
good does
reading the Qur ' an do?" 

Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan
mencoba
untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari
sang cucu nya
bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur '
An seperti yang
kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku
pahami aku
lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih keb ai kan dari
membaca Qur
' An?

The Grandfather quietly turned from putting coal in the
stove and
replied, "Take this coal basket down to the river and
bring me back a
basket of water."

Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di
tungku pemanas
sambil berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sung
ai dan bawa
kemari lagi penuhi dengan ai r."

The boy did as he was told, but all the water leaked out
before he got
back to the house. 

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek,
tetapi
semua ai r habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

The grandfather laughed and s ai d, "You ' ll have
to move a little
faster next time," and sent him back to the river with
the basket to
try ag ai n. This time the boy ran faster, but ag ai n the
bas ket was
empty before he returned home.

Kakek tertawa dan berkata, "L ai n kali kamu harus
melakukukannya
lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke
sung ai dengan
keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih
cepat, tetapi
tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan
rumah.

Out of breath, he told his grandfather that it was
impossible to carry
water in a basket, and he went to get a bucket instead. The
old man s
ai d, "I don ' t want a bucket of water; I want a
basket of water.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa
mustahil
membawa ai r dari sung ai dengan keranjang yang sudah
bolong , maka
sang cucu mengambil ember sebag ai gantinya.

Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember ai r ;
aku hanya mau
satu keranjang ai r.

You ' re just not trying hard enough," and he went
out the door to
watch the boy try ag ai n. At this point, the boy knew it
was
impossible, but he wanted to show his grandfather that even
if he ran
as fast as he could, the water would Leak out before he got
back to
the house.

Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek
pergi ke luar pintu
untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin
sekali
bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan
kepada kakek
nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, ai r tetap
akan
bocor keluar sebelum ia samp ai ke rumah.

The boy ag ai n dipped the basket into river and ran hard,
but when he
reached his grandfather the basket was ag ai n empty. Out
of breathe,
he s ai d, "See Grandpa, it ' s useless!"
"So you think it is useless?"

Sekali lagi sang cucu mengambil ai r ke dalam sung ai dan
berlari
sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia samp ai
didepan
kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia
berkata, "
Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir
percuma?"

The old man s ai d, "Look at the basket." The boy
looked at the basket
and for the first time realized that the basket was
different. It had
been transformed from a dirty old coal basket and was now
clean,
inside and out.

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang
cucu menurut, melihat
ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari
bahwa
keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah
dari 
keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar
dalam. "

"Son, that ' s what happens when you read the Qur
' an. You mi ght
not understand or remember everything, but when you read
it, you will
be changed, inside and out. That is the work of Allah in
our lives.

"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca
Qur ' An. Kamu
tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika
kamu membaca
nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .

" If you feel this em ai l is worth reading, please
forward to your
contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says:
"The one who
guides to good will be rewarded equally"

Jika kamu merasa em ai l ini patut dibaca, maka
lanjutkanlah ke
teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :
" Bagi siapa saja yang membawa keb ai kan maka akan
mendapat ganjarany
yang sama "
 



.:: Siti Balkis ::. 

www.hizbut-tahrir.or.id

" Dan MohonlahPertolongan pada Allah dengan Sabar dan
Sholat. Dan Sholat itu sangatberat, kecuali bagi orang2 yang
khusuk, Yaitu mereka yang yakin bahwamereka akan menemui
Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali padaNya. [AlBaqarah :
45-6 ] "

 


penjual bubur ayam dan shalat duha

Assalamu'alaikum'
smoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita
berikut...Amiiin!
Selamat membaca.
 
---------------------------

Di Bandung tepatnya di daerah Jl. Dalem Kaum, yang satu
arah, di sebelah gedung Palaguna yang saat ini sudah tidak
dipergunakan, ada seorang kakek-kakek tua gemuk yang
berjualan bubur ayam.

Kalau kita lihat selintas, beliau berjualan bubur tersebut
tidak ada sesuatu yang istimewa, seperti bubur yang lainnya.
Bubur ayam tersebut apabila di hari-hari biasa habis
sekitar pukul 8 pagi untuk,
untuk hari minggu ? jam 7 sudah ledis!!!!
Rasanya ?
sangat nikmat, selama hidup saya di Bandung, baru kali ini
saya merasakan bubur ayam yang senikmat ini 

Saya perhatikan, beliau dalam melayani para pembelinya
selalu dengan sepenuh hati, beliau memotong-motong ayam dan
ati ampela nya se lembut mungkin, apabila ada tulang, beliau
sisihkan, tidak dihidangkan, beliau taburkan ayam dan ati
ampela tersebut sebanyak mungkin hingga mangkuknya terlihat
sangat penuh. sehingga kita pun tidak merasa rugi sedikit
pun dengan membeli bubur ayam seharga Rp.10.000 / mangkuk.

Di dahi nya terlihat menghitam, tanda seringnya beliau
bersujud kepada ALLAH, mukanya bercahaya tanda sering
terbasuh oleh air wudhu... mukanya terlihat damai... jauh
dari pikiran buruk kepada orang lain.

Apabila ada gelandangan yang lewat dan meminta sedikit
makanan, beliau langsung menyajikan dan memberikan satu buah
mangkuk penuh berisi bubur ayam tanpa meminta bayaran : 

beliau hanya berkata " keun weh karunya, bapa mah
mening ngaladangan nu nyuhunkeun kitu tibatan ngaladangan
preman2 nu emam bubur tapi kalalabur teu malayar" 
(ga apa-apa, bapak sih mendingan melayani orang yang
meminta secara sopan kepada saya daripada melayani
preman-preman yang berlagak sok mau membeli tapi akhirnya
tidak membayar )

Lalu saya memberanikan diri untuk membuka pembicaraan
dengan beliau...

Saya : " Assalamu'alaikum Pak Haji, kumana damang
Pajeng pa haji ?
(Assalamu'alakum Pak Haji, Gimana kabarnya? laku ya pak
dagangannya? )

Penjual Bubur : " Alhamdulillah Den, cekap kangge
tuang mah...
(Alhamdulillah nak, cukup untuk makan sehari-hari)

Saya : " Parantos sabaraha lami icalan didieu pa haji
teh ?
(Sudah berapa lama bapak berjualan di sini pak?)

Penjual Bubur : " Ti Taun 78 Den, Alhamdulillah
mayeng.. Alhamdulillah tos tiasa angkat ka haji 2 x, putra
tos 
jararanten sadayana... Alhamdulillah Den...

(Dari tahun 1978 nak, Alhamdulillah lancar... Alhamdulillah
sudah bisa berangkat haji 2 x, anak saya semuanya sudah jadi
orang.. Alhamdulillah nak.)

Saya : " Rahasiana naon eta teh Pa Haji ?"
(Apa rahasianya pak haji?)

Penjual Bubur : "ULAH HILAP SHALAT DHUHA UNGGAL
ENJING-ENJING INSYA ALLAH DIMUDAHKEUN
URUSAN KU GUSTI NU MAHA SUCI"

(Jangan lupa laksanakan Shalat Dhuha setiap pagi, Insya
Allah dimudahkan segala urusan oleh ALLAH SWT)

Di dunia mah hirup mung sakedap den, ayeuna mah urang
siap-siap weh nyanghareupan sakaratul maut, ulah silap ku
harta banda, moal dicandak ka liang lahat. kade ulah nuang
rezeki nu haram. Insya Allah disayang ku gusti.

(Hidup di dunia hanya sebentar nak, sekarang kita harus
bersiap-siap menghadapi sakaratul maut, jangan tergiur oleh
kemewahan dalam mengejar harta benda duniawi, percuma, hal
tersebut tidak akan kita bawa ke liang lahat. Hindari
memakan rezeki yang haram. Insya Allah akan disayang oleh
Allah SWT.)

Saya : Pa haji, upami tabuh 7 tos se'ep mah naha teu
nyandak langkung bubur teh ? naha mung nyandak 5 kg wae

(Pa haJI, bila setiap hari jam 7 pagi dagangan sudah habis,
kenapa ga bawa buburnya dilebihin aja dari 5 kg? kenapa
hanya di pas ambil 5 Kg)

Penjual Bubur : Mun dilangkungan, sok kacandak deui ka
bumi, janten mubah. Panginten rezekina ti ALLAH mung 5 kg
sadinten, eta teh kacandak Rp. 1jt sadinten, upami dinten
minggon tiasa kacandak Rp. 2 jt sadinten..

(Bila dilebihin, suka jadi mubazir, akhirnya terbawa
kembali ke rumah. Mungkin rezekinya dari ALLAH hanya 5 KG
sehari, itu juga Bapak bisa bawa pulang 1JT rupiah sehari,
apabila hari 
minggu bisa bawa pulang 2 Jt..

Saya jadi teringat kepada salah satu ayat AL Quran..
"Rezeki diberikan oleh Allah kepada semua orang baik
maupun jahat. tetapi pemberian yang khusus, rezeki yang
sebenarnya, sebagai hasil perjuangan rohani ialah untuk
kehidupan orang yang benar-benar bertaqwa kepada ALLAH
SWT" (QS.20:132.Abd Yusuf Ali)

Allah senantiasa memberikan Rahmat-Nya kepada setiap
makhluk yang dikehendaki- Nya. Bahkan kepada bapak
yang sehari-harinya hanya menjual bubur ayam...

Apakah kita termasuk umat yang diberi rahmat dan
hidayah-Nya ?
Hanya Kita sendiri yang bisa menjawabnya. ...
 
 


 

.:: Siti Balkis ::. 

www.hizbut-tahrir.or.id


" Dan Mohonlah Pertolongan pada Allah dengan Sabar dan
Sholat. Dan Sholat itu sangat berat, kecuali bagi orang2
yang khusuk, Yaitu mereka yang yakin bahwamereka akan
menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali padaNya.
[AlBaqarah : 45-6 ] "

 

Jangan Jauhi Masjid

Jangan Jauhi Masjid


Pernah ada tetangga yang sering pindah-pindah rumah hanya
karena tidak ingin dekat dengan masjid. "Suara adzan
berisik, sering mengganggu waktu tidur kami," ujarnya.
Masya Allah, ada orang, bahkan satu keluarga yang mengaku
muslim namun merasa sering terganggu dengan suara adzan dari
masjid.

Tetapi mungkin Allah masih tetap ingin memberinya hidayah
kepadanya, karena beberapa kali berpindah rumah ia selalu
mendapatkan rumah yang tidak jauh dari masjid. Bahkan pernah
sekali rumahnya bersebelahan dengan masjid. Pernah juga di
rumah yang lain yang mulanya ia cukup senang karena sangat
jauh dari masjid, eh tidak lama kemudian masyarakat setempat
beramai-ramai membangun masjid. Dan letaknya, justru hanya
beberapa langkah saja dari rumah keluarga yang ingin
menjauhi masjid.

Beruntung, hidayah Allah benar-benar menembus. Keluarga ini
kemudian perlahan-lahan mulai menyadari bahwa ia tidak akan
pernah bisa jauh dari masjid selama masih tinggal di
Indonesia, negeri yang mayoritas memeluk agama Islam. Satu
persatu anggota keluarga ini menjadi bagian dari jamaah
masjid di dekat rumahnya.

Ada lagi yang tidak separah keluarga di atas. Mereka rajin
sholat, namun lebih suka di rumah. Banyak alasan yang
dipakai, mulai dari jarak yang lumayan jauh sampai pada
persoalan perbedaan tata cara ibadah semisal subuh pakai
qunut atau tidak, sholat jum’at adzan dua kali atau
sekali. Ada lagi alasan tidak ke masjid karena menganggap
masjid itu miliki golongan tertentu, sedangkan ia berada di
barisan yang berbeda. Tapi yang paling banyak dipakai adalah
alasan yang dibuat-buat alias malas ke masjid.

Buat orang-orang sibuk yang bekerja sejak pagi hingga
malam, masih dimaklumi jika tidak sempat menyambangi masjid
di lingkungannya. Toh, di waktu dzuhur dan ashar ia pun
sholat di masjid di kantornya. Begitu pula waktu maghrib dan
isya, ada yang bertemu masjid di perjalanan pulang dan
mereka mampir untuk bertemu Allah, tidak sedikit pula yang
memutuskan pulang ke rumah sesudah sholat maghrib. Intinya,
tetap ke masjid.

Tetapi, bagaimana pun fungsi masjid tak sebatas tempat
beribadah mahdhah saja, masjid juga memiliki fungsi sosial,
pendidikan, ekonomi, budaya dan politik. Fungsi sosial
misalnya, silaturahim tetap harus dijaga di antara warga
yang tinggal di sebuah lingkungan. Karena sepanjang waktu
habis dipakai untuk bekerja, maka shubuh merupakan
satu-satunya waktu untuk tetap menyambung silaturahim itu.
Atau di hari libur, kita bisa lebih sering bertatap muka
dengan jamaah lainnya. Jika kita tidak sempat bertamu ke
tetangga, masjid bisa memfasilitasi pertemuan dengan banyak
warga tanpa harus berkunjung satu persatu ke rumah tetangga.

Sayang sekali, jumlah masjid yang sangat banyak tumbuh di
negeri ini tidak diimbangi dengan semangat untuk
memanfaatkannya. Saya masih ingat ketika masih tinggal di
Tangerang, ada semangat luar biasa dari warga untuk
membangun masjid bersama-sama hanya karena mendengar isu
lahan kosong itu hendak didirikan bangunan ibadah ummat
beragama lain. Tetapi ketika masjid itu sudah berdiri tegak,
kita tak ramai-ramai menegakkan ibadah di dalamnya.

Ada orang-orang yang memanfaatkan masjid hanya pada moment
tertentu, seperti pernikahan. Saat sepasang lelaki dan
perempuan memulai hidup baru, mengikat janji setia. Indah
sekali, sebuah ikatan sakral yang dilakukan di dalam masjid
disaksikan ratusan pasang mata dari keluarga, kerabat,
sahabat serta tamu undangan. Tidak hanya itu, Allah dan para
malaikat pun menyaksikan prosesi penyatuan dua insan itu.

Sesudah itu, kita lupa lagi dengan masjid. Lupa bahwa di
masjid lah kita memulai hidup baru, dan terlebih lupa pula
bahwa di masjid pula lah kita akan mampir sejenak setelah
kehidupan berakhir. Ini ingatan untuk diri pribadi agar tak
menjauhi masjid, sebab saya tak ingin orang-orang tak
berkenan hadir untuk menyolatkan jenazah saya di masjid
karena saya dianggap bukan bagian dari jamaah masjid. (gaw)


 

.:: Siti Balkis ::. 

www.hizbut-tahrir.or.id

" Dan MohonlahPertolongan pada Allah dengan Sabar dan
Sholat. Dan Sholat itu sangatberat, kecuali bagi orang2 yang
khusuk, Yaitu mereka yang yakin bahwamereka akan menemui
Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali padaNya. [AlBaqarah :
45-6 ] "

 


KELAPA SAWIT MENGANCAM KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA

SIARAN PERS

Untuk disiarkan pada Senin 17 November 2008 jam 09.00 WIB. 



KELAPA SAWIT MENGANCAM KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA


Pangkalan Data IUCN (www.iucnredlist.org) menyebutkan bahwa setidaknya 236 species tumbuhan dan 51 species binatang liar yang berada di Kalimantan  sedang meningkat trend keterancamannya. Penyebab utamanya adalah pembabatan hutan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit. Saat ini Indonesia memiliki daftar terpanjang di dunia mengenai species yang terancam, yakni 1170 species. Ini tidak termasuk species yang belum sempat diberi nama namun sudah telanjur punah. 


“Jika pemerintah tidak segara menghentikan kebijakan babat hutannya untuk perluasan perkebunan kelapa sawit, maka Indonesia bisa benar - benar kehilangan banyak potensi keanekaragaman hayati yang mestinya bisa lebih banyak menguntungkan bangsa Indonesia dalam jangka panjang, ethnobotani misalnya,” kata Novi Hardianto, Habitat Program Manager dari Centre for Orangutan Protection. 


Hutan desa Tumbang Koling di Kalimantan Tengah adalah contoh baik bagaimana keanekaragaman hayati hutan tersebut dapat menghidupi dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Hutan desa Tumbang Koling juga merupakan contoh yang gamblang bagaimana perusahaan kelapa sawit memang merupakan ancaman utama bagi keanekaragaman hayati di Kalimantan saat ini. Selama 12 bulan terakhir, Centre for Orangutan Protection membantu masyarakat mempertahankan hutannya dari ekspansi perusahaan kelapa sawit  PT. Nabatindo Karya Utama. 


“Sikap masa bodoh PT. Nabatindo Karya Utama dan buruknya kapasitas moral aparat Pemda Kalteng telah menempatkan hutan desa Tumbang Koling beserta seluruh keanekaragaman hayatinya dalam bahaya. Survey kami menunjukkan bahwa hutan desa Tumbang Koling memiliki setidaknya 34 jenis burung dan 11 jenis mamalia yang mana sebagian besar masuk dalam RED LIST IUCN,” kata Novi Hardianto. 


Luas hutan desa Tumbang Koling yang tersisa kini diperkirakan hanya 4000 hektar dan dalam kondisi terfragmentasi dengan kawasan hutan lain. Satwa liar yang terjebak di dalamnya menghadapi resiko beratnya persaingan memperebutkan pakan dan resiko  lebih mudah diburu. Ini adalah kondisi umum kantong - kantong habitat terakhir satwa liar di Kalimantan. Pada dasarnya sudah sangat terlambat untuk menyelamatkan mereka namun jika Pemerintah berani bertindak sekarang,  maka Indonesia masih memiliki kesempatan. 



Informasi lebih lanjut harap menghubungi: 

Novi Hardianto, COP Habitat Program Manager di 0819817911

Sadewa, COP Habitat Program Assistant di 081334107925

Hardi Baktiantoro, COP CEO di 08183338911






6 TAHUN PEMBANTAIAN ORANGUTAN OLEH RSPO

SIARAN PERS

Untuk disiarkan pada tanggal 18 Nopember 2008, jam 10.00 WIB



6 TAHUN PEMBANTAIAN ORANGUTAN OLEH RSPO


Centre for Orangutan Protection menentang Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Posisi ini didasarkan pada pengalaman - pengalaman lapangan dalam penyelamatan orangutan di berbagai perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. 

“Ini adalah tahun ke 6 bagi RSPO. Hutan tetap saja dibabat dan orangutan terus terbantai. Ironisnya, itu dilakukan oleh anggota - anggota RSPO. Seluruh kriteria mengenai kelapa sawit yang berkelanjutan dan proses sertifikasi adalah kebohongan publik belaka,” kata Novi Hardianto, Habitat Program Coordinator. 

Pada saat dilangsungkannya RT5 di Singapore pada tanggal 20 - 22 November 2007, COP menyaksikan evakuasi orangutan dari hutan yang baru saja dibabat oleh IOI Plantation di Antang Kalang - Kalimantan Tengah. Tim penyelamat dari Departemen Kehutanan dan Yayasan BOS kemudian memindahkan orangutan - orangutan tersebut ke hutan yang belum dibabat dan meminta pihak perusahaan agar menghentikan pembabatan hutan di kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan. Pada tanggal 4 - 6 Agustus 2008, COP mengunjungi kembali titik - titik koordinat dimana orangutan - orangutan tersebut dilepaskan kembali. Tidak ada orangutan yang tersisa karena hutannya telah habis dibabat dan ditanami kelapa sawit. IOI Plantation merupakan Board Member RSPO. 

Pada tanggal 4 Mei 2007, COP menyaksikan evakuasi orangutan dan bayinya yang disekap dalam sebuah peti kayu di dalam gudang PT. Agro Bukit, anak perusahaan Agro Holdings. Orangutan tersebut terluka kepalanya dan menurut pengakuan para pekerja, mereka telah mencangkul kepala orangutan itu agar bisa ditangkap. Setidaknya 50 orangutan terpaksa dievakuasi dari areal konsesi PT. Agro Bukit sepanjang tahun 2006 - 2007. Meskipun telah menjadi anggota RSPO sejak bulan Agustus 2006, Agro Holdings tetap bersikap masa bodoh pada pemenuhan kriteria - kriteria RSPO. Mereka tetap saja membabat hutan. COP mendokumentasikan pembabatan hutan yang mereka lakukan di Antang Kalang - Kalimantan Tengah pada bulan Agustus 2008. 

“Jika RSPO serius mengenai kelapa sawit yang berkelanjutan, tentunya mereka sudah menindak anggota - anggotanya yang nakal. Kenyataannya justru sebaliknya. RSPO menjadi mesin cuci reputasi perusahaan - perusahaan pembabat hutan pembantai orangutan. RSPO adalah alat yang efektif untuk menciptakan citra hijau,” lanjut Novi Hardianto. Centre for Orangutan Protection juga mendesak LSM - LSM yang berada di dalam RSPO untuk mundur. 

“Sudah tidak ada alasan untuk berada terus disana. Ini seperti membantu para penjahat lingkungan untuk mencuci tangan dan muka mereka dari darah orangutan.” 

COP menentang RSPO dengan demonstrasi yang unik di Bundaran HI. Para sukarelawan COP menggotong tandu yang berisi ”orangutan yang sudah mati” menuju pemakaman. 



Informasi lebih lanjut harap menghubungi: 

Novi Hardianto, COP Habitat Program Manager di 0819817911

Sadewa, COP Habitat Program Assistant di 081334107925

Hardi Baktiantoro, COP CEO di 08183338911