Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Kamis, 04 Desember 2008

Sejarah Taekwondo Indonesia

Sejarah Singkat Taekwondo Indonesia

Taekwondo mulai berkembang di Indonesia pada tahun 70-an , dimulai aliran Taekwondo yang berafiliasi ke ITF ( International Taekwondo Federation ) yang pada waktu itu bermarkas besar di Toronto Kanada, aliran ini dipimpin dan dipelopori oleh Gen. Choi Hong Hi, kemudian berkembang juga aliran Taekwondo yang berafiliasi ke WTF ( The World Taekwondo Federation )yang berpusat di Kukkiwon, Seoul, Korea Selatan dgn Presiden Dr. Un Yong Kim .

Pada waktu itu, di Indonesia kedua aliran ini yang masing - masing mempunyai organisasi ditingkat nasional yaitu Persatuan Taekwondo Indonesia ( PTI ) yg berafiliasi ke ITF dipimpin olehLetjen. Leo Lopolisa dan Federasi Taekwondo Indonesia ( FTI ) yg berafiliasi ke WTF dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri .

Atas kesepakatan bersama dan melihat prospek perkembangan didunia olahraga International dan Nasional , maka Musyawarah Nasional Taekwondo pada Tanggal 28 maret 1981 berhasil menyatukan kedua organisasi Taekwondo tersebut, menjadi organisasi baru yang disebut Taekwondo Indonesia dan dipimpin oleh Leo Lopolisa sebagai Ketua Umumnya, sedangkan struktur organisasi ditingkat nasionalnya disebut PBTI ( Pengurus Besar Taekwondo Indonesia ) dan berpusat di Jakarta. Munas Taekwondo Indonesia I pada Tanggal 17 - 18 September 1984 menetapkan Letjen. Sarwo Edhie Wibowo ( Alm. ) sebagai Ketua Umum Taekwondo Indonesia periode 1984 - 1988, maka era baru Taekwondo Indonesia yang bersatu dan kuat dimulai. Selanjutnya Taekwondo Indonesia sempat dipimpin olehSoewenoHarsudiyono Hartas, dan sekarang oleh Letjen ( Mar ) Suharto.

Kini Taekwondo Indonesia telah berkembang di seluruh propinsi di Indonesia dan diikuti aktif oleh lebih dari 200.000 anggota , angka ini belum termasuk yang tidak secara aktif berlatih. Taekwondo telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di arena PON. Beberapa atlet yang pernah berjaya membela negara di event International antara lain seperti : Budi Setiawan, Rahmi Kurnia, Siauw Lung, Yefi Triaji, Lamting , Yeni Latif, Dirk Richard, dan sebagainya. dimasa Thn 1986 s/d Thn. 1993 . Pada generasi berikutnya antara lain seperti Yuana Wangsa Putri yang mewakili Indonesia di even Olympic Games 2000, Sidney dan Ika Dian Fitria yang berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia Yunior pada November 2000.


Sumber :http://www.taekwondo-indonesia.com/profil-PBTI.php

Rabu, 03 Desember 2008

MARS HIMABIO RAFFLESIA



Hai kawan- kawan ayo kumpul sini
kita gabung didalam HIMABIO

Kita Bareng - bareng kumpul bergembira 
Sambil belajar kia happy happy

Yuk satukan Visi kita semua
didalam satu wadah HIMABIO

Tuk Mengapai Cita - cita
Buat kita menuju masa depan

Kita bersama belajar Bermandiri
dengan memupuk persahabatan kita


Suka duka kita bagi bersama
saling mengisi untuk menggali kreativitas



Ciptaan : Ayi hidayat ardisastra, S.Si
di populerkan oleh : Novi Hardianto,Teguh, Fazrie, Nunu, akoz, dll





PENGHANCURAN HUTAN UNTUK KELAPA SAWIT

Pemerintah Indonesia membiarkan Perusahaan Kelapa Sawit Menghancurkan Hutan Demi Ekspansi Lahannya  ; COP Menuntut Departemen Kehutanan bertindak proaktif melindungi orangutan, meskipun berada di luar kawasan konservasi.

 

Juli 10, 2008             

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Hutan yang dipertahankan oleh masyarakat dengan Patok akhirnya dibabat juga oleh peusahaan

JAKARTA, Indonesia — PT. Agro Wana Lestari, yang memasih merupakan  anak perusahaan Carson Cumberbatch, menyumbang perusakan hutan di Kalimantan Tengah, yang merupakan habitat orangutan serta satwa langka lainnya

Nasib malang bagi jutaan hidupan liar, serta tempat hidup puluhan spesies endemik kalimantan termasuk orangutan (Pongo pygmaeus) yang merupakan spesies payung tak jelas kebeadaanya di daerah Kuala Kuayan kecamatan mentaya hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, hal ini dikarenakan habitnya telah digusur menjadi lahan perkebunan sawit. Karena status hutan tersebut bukan masuk kedalam kawasan dilindungi meskipun orangutan termasuk satwa yang dilindungi UU No. 5 tahun 1990, pemerintah indonesia dalam hal ini Departemen Kehutanan yaris tidah berbuat apa-apa. Dikawasan perkebunan milik Agro Bukit juga pada tahun 2006 telah direscue oleh Pusat Reintroduksi Nyaru Menteng telah mencapai angka 56 hanya dalam waktu 4 bulan saja (Maret – Juli 2006). Itu belum termasuk orangutan yang tidak dimasukkan ke dalam pangkalan data karena sudah diketemukan dalam kondisi mati atau telanjur dikuburkan oleh pekerja perkebunan. Angka tersebut diprediksikan tembus 500 orangutan bila dilakukan konfirmasi lebih jauh dengan pengakuan para pekerja perkebunan dan kontraktor land clearing yang telah membunuh orangutan dan tidak dilaporkan ke pihak manajemen.

Laporan ini juga menjelaskan bagaimana pertumbuhan sektor perkebunan kelapa sawit memberikan dampak buruk terhadap keanekaragaman hayati. Jumlah populasi orangutan merosot drastis dan terancam kepunahan. Dengan laporan ini ditambah dengan dokumentasi video menjelaskan bagaimana perusahaan – perusahaan besar dengan enaknya melakukan perluasan lahan diareal hutan dengan nilai konservasi tinggi dan sampai saat ini masih membabat habitat orangutan yang tersisa. Laporan ini juga mencakup investigasi  lapangan yang dilakukan oleh COP di pada tahun 2007 - 2008.

PT. Agro Bukit telah menjadi members Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tanggal 18 Agustus 2006, suatu organisasi industri yang dibentuk untuk memastikan produksi minyak kelapa sawit yang ramah lingkungan, ternyata tidak mengindahkan kriteria atau prinsip yang telah disepakati (Kriteria 5 dan 7.3).

Catatan Kaki :

(1)  FINAL REPORT BUKIT berDARAH, YAYASAN BOS, LASA, SAWIT WATCH, THE ORANG BORNEO, 2006

(2)SAWIT BERDARAH 1 & 2, COP REPORT , November 2007 & MEI 2008 

(3) http://www.radarsampit.com/berita/index.asp?IDKategori=ProKotawaringin&id=32835

 

Catatan Redaksi

Orangutan Borneo terbagi menjadi 3 sub species, yakni: Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo pygmaeus wumbii, Pongo pygmaeus morio.

 

Perkiraan jumlah orangutan liar di alam adalah sbb: Pongo pygmaeus pygmaeus sebanyak 7500, Pongo pygmaeus wumbii sebanyak 46.250, Pongo pygmaeus morio sebanyak 4825. Total seluruhnya pada tahun 2004 adalah 58.575, mencakup seluruh Borneo (Indonesia dan Malaysia). Data populasi orangutan berasal dari workshop Population and Habitat Viability Assessment tahun 2004, disingkat PHVA 2004 dan revisi oleh Wich dkk. Sejak tahun 1900, jumlah orangutan Sumatera diperkirakan turun 91%, dengan angka terbesar di akhir abad ke-20.

Informasi visi, video, foto dan laporan

1. Tersedia foto dan video kerusakan hutan serta orangutan di lahan perkebunan kelapa sawit. 2. Tersedia video orangutan yang terluka di perkebunan kelapa sawit.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

 

1.  NOVI HARDIANTO ( Forest4 Program Manager), mobile 0819 817 911 / email : forest4@cop.or.id

2.  HARDI BAKTIANTORO (Direktur eksekutif),  mobile 08118333911 /  email : orangutan@indosat.net.id

 

 

Sang Pemburu Rusa

Bukit Sentuai

Selasa, 02 Desember 2008

Catatn Akhir di Commpress LIPI


Catatan Akhir di Commpres

Oleh : Novi Hardianto, S.Si

 

 I. Apa sih Commpres menurut saya : Community Preparednes merupakan salah satu program kolaborasi dari tiga puslit di LIPI antar lain puslit geotek, puslit osionografi , dan puslit P2K adapun fokus program kepada kesiapsiagaan masyarakat terhdap bencana Gempa dan tsunami.

 

 II. Bagaimana bisa gabung di Commpres : Sebelum saya bergabung di Community Preparedness saya pernah menjadi Voulenteer Duta Karang sebagai Fasilitator bulan Agustus 2002 adapun pelaksana program ini adalah Coremap LIPI, disinilah saya banyak menimba ilmu kefasilitatoran bersama guru saya yaitu Mbak Irin, Mbak Dwi dan Pak Fidel, dan yang pasti senang sekali jumpa sama teman - teman yang berlatar belakang berbeda truz kita kerja bareng deh keren abiz deh selain senang dengan dunia bawah laut saya juga berlatar belakang Biologi jadi apapun kegiatan yang berbau laut saya suka termasuk makan yang berasal dari laut  seperti ikan bakar, ikan asin dll wah jadi ngelantur neh. kemudian bulan September saya ikut juga sebagai fasilitator Clean Up The World, acara ini juga seru abis karena ternyata sampah juga bisa masalah besar kalo g cepat di atasi. setelah acara itu selesai maka selesailah tugas saya menjadi fasilitator di coremap, tapi bukan berarti selesai juga tali silaturahmi dengan teman-teman voulenteer serta guru-guruku di Coremap. Tibalah saya harus menyelesaikan tugas akhir saya di sebuah pulau sibeurt, pulau  yang terisolasi Menurut sejarah, sejak jaman Pleistocene Kepulauan Mentawai sudah terpisah dari daratan Sumatera, lamanya masa terpisah ini  menyebabkan tingginya bentuk flora dan fauna  endemik kepulauan tersebut Menurut sejarah, sejak jaman Pleistocene Kepulauan Mentawai sudah terpisah dari daratan Sumatera, lamanya masa terpisah ini  menyebabkan tingginya bentuk flora dan fauna  endemik kepulauan tersebut. Setelah saya menyelesaikan tugas akhir saya langsung bekerja di sebuah LSM Lingkungan untuk perlindungan satwa, saya tetap di bagian yang berbau laut yaitu perlindungan penyu di Bali dan Paus di Lamalera NTT. Setelah kontrak saya habis kemudian tidak saya perpanjang karena dalam buku kecil  yang saya baca yang berjudul Who Move My Cheese. Bagi temen-temen  yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.

         Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

         Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar.  Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.  

maaf ya jadi panjang lebar deh ceritanya, singkat cerita ketika saya gagal mengikuti ujian S2 di Jerman saya putuskan untuk mencari link sebanyak-banyaknya untuk membuat peluang kerja sebanyak banyaknya juga hiks.

akhir 2006 sekitar bulan november saya dan sahabat saya Vishnu  ke Coremap untuk bersilahturahmi, disana saya bertemu mas firman sahabat setia saya waktu program duta karang sebagai seksi sibuk, dia tanya kemana aja nov menghilang g ada kabar”? ada kok mas kata saya. “lagi ada kegiatan siaga bencana lo g ikutan ne mau pada pameran  Di Bali”  katanya lagi. wah mau dung ikutan kata saya, “hubungin Mbak irin ato pak fidel aja gih” tandasnya. singkat cerita saya janjian sama pak fidel dan mbk irin di coremap untuk bincang-bincang katanya. pas saya datang kecoremap memang sedang sibuk beres-beres karena abiz pameran di Bali tentang siaga bencana, trus datang pak fidel dia tanya “lagi sibuk apa lo”? saya n vishnu bilang “lagi sibuk cari kerjaan pak”, wah kebetulan kata pak fidel “tahun depan kita punya program kompres” kata pak fidel dan mbak irin “dan kita butuh orang - orang yang siap bermobilitas tinggi” tambahnya. emang siapa yang meriang pak kok pake di kompres segala, eh ternyata persepsi saya dan nunu salah, bukan kompres tapi COMMPRES yang kepanjangannya Community Preparedness alias kesiapsiagaan masyarakat, trus saya sela mau banget pak saratnya apa neh kata nunu. “siapin CV aja trus siap presentasi” kata pak fidel nanti saya hubungin kamu lagi katanya. saya sempat dikenalkan sama beberapa rekan seperti Juriono, Bilay, mbak diah, mbak nia, citra, Ariel, juga Pak Haryadi dari Puslit Geotek,

         Singkat Cerita saya akhirnya wawancara didepan pak fidel  bersama rekan-rekan lainya seperti Juriono, Triono, Aan, Mbak nia, Nunu, Mbak Diah, Ari, dan ternyata orang - yang di panggil pak fidel adalh orang-orang yang diposisikan sebagai Koordinator wah senang bercampur bingung aja apa saya bisa dalam hati saya. Adapun posisi – posisi tersbut adalah Ari sebagai koordiantor Pengembangan Materi, Nunu Koordinator Sosialisasi Materi, BJ Koordinator SOP, saya Koordinator Simulasi dan Evakuasi, Triono Koordinator advokasi & kelembagaan dan Mbak Diah Koordinator FC. ketika posisi tersebut ditetapkan beserta timnya masih banyak sekali kebingungan- kebingungan yang terjadi dalam diri saya. untuk mengatasi masalah itu semua saya mencoba bergrilya mencari input bagi otak saya untuk  melaksanakan program ini. maka terjadilah pertukaran informasi yang cukup untuk memenuhi ruang otakku dibagian commpres.

 

III. Apa yang dilakukan di Commpres : Sebelum melakukan aktivitas berat selama satu tahun semua voulnteer di gembleng habis-habisan, Mulai dari Capasity building disana kita diajarkan bagamana menjadi seorang fasilitator yang terampil, mampu bekerja secara teamwork, menjadi eksekutor dalam membawa misi kesiapsiagaan pelatihnya pun para pakar  fasilitator seperti, Bang Ben, Mbak Irin dan Pak Fidel. Setelah itu baru otak kita di Isi oleh Ilmu kebencanaan, Ilmu geografi, Sosek dll. Masing – masing orang diharapkan paham akan teori dasar tentang Apa itu bumi, Bagaimana bumi bergerak, kenapa bisa terjadi gempa, bagaimana prosesnya, apa syarat terjadinya Tsunami, apa Likuifakasi, apa itu Paleotsunami, bagaimana tinggat kerentanan masyarakat Pematerinya adalah langsung dari pakarnya seperti Pak Haryadi, pak Adrin, Pak Eko, Pak Yugo, Om Aci,Bu Deni, sampai menghafalakan tepuk siaga dll deh, “Ayo kita siaga 2x Kalo kita mengerti kita g takut lagi trus  lagu kalo ada gempa ciptaan Grup Band Naif “ Kalo ada Gempa Lindungilah kepala, Kalo ada gempa masuk dibawah meja, kalo ada gempa hindari dari kaca, Kalo ada Gempa Lari kelapangangan terbuka terot terot tojing Hoyy”. Pengetahuan itulah yang akan kita tularkan sebagai virus kesiapsiagaan kedaerah-daerah rawan bencana gempa dan tsunami. Wah rasanya saya mendapatkan anugrah dan kesempatan yang luar biasa neh dari LIPI untuk membawa misi kemanusian khususnya menyebarkan ilmu yang Insya Allah tidak akan pernah habis. Walaupun saya pernah berkecimpung di PMI selama 6 tahun tapi misi yang baru menurut saya ini membuat  rasa haru, bangga dan degdegan menyelimuti alam fikiran saya untuk melakukan hal-hal yang sangat menanatang ini. Rencananya Virus kesiapsiagaan ini akan kita sebar kesemua kalangan dengan berbagai kegiatan

       Sesuai dengan program yang telah disusun untuk daerah kunjungan pasca bencana yang terpilih dengan berbagai pertimbangan yaitu Yogya, Klaten, Aceh, Padang, Pangandaran dan Manado. Saya mendapat tugas  di daerah Klaten dan Manado, didua tempat ini lah saya mulai engeh dan tau bahwa tugas kita sangat berat yaitu sebagai Agen Penular dari Virus Kesiapsiagaan. karena hasil assesment tim sosek bahwa masyarakat kita sangat minim sekali tentang informasi bencana dan kesiapsiagaan, yang sedih adalah kita termasuk bangsa yang sering melupakan sejarah. Tugas LIPI di daerah pasca bencana ini adalah memberikan suatu pemahaman ke semua kalangan  baik  itu masyarakat, sekolah dan aparat pentingnya kesiapsiagaan karena negara indonesia negara yang rawan bencana dan sangan komplit bencana saking komplitnya sampe dijulukin Negara dengan supermarket bencana alias tinggal bilang aja mau bencana apa juga ada  iiihhh ngeeerrrii banget, Slogan yang kita sampaikan adalah “Indonesia Rawan Bencana Ayo Kita Siaga !!!” ini adalah kalimat yang memuat unsur motivasi dan ajakan untuk waspada dan siaga menurut saya. kegiatan yang dilakukan adalah TOT Guru, CSS alias Children Science Suport, TOT Aparat dan sedikit Simulasi Sekolah, dan yang paling penting di setiap daerah kita selalu mendapat dukungan dari temen - temen yang berkecimpung di gerakan sosial seperti SAR, PMI, Mapala yang langsung terjun bersama dalam setiap kegiatan LIPI jadi harapan kami rekan kita itulah yang nantinya akan meneruskan Penyebaran Virus Kesiapsiagaan di daerah mereka. Dari kunjungan kedua daerah tersebut telah memberikan pengalaman yang berharga  buat saya bagaimana menyebarkan informasi melalu berbagai media dan dengan cara yang unik. walaupun dunia kegempaan merupakan dunia baru namun saya berupaya untuk mengejar ketinggalan dari rekan-rekan Compress yang lebih dulu berkecimpung.

Kunjungan Pasca bencana selesai ternyata masih ada PR kegiatan FULL MENU di Maumere, Serang, Cilacap, dan Bengkulu. Model kegiatan apalagi neh dibenak saya, full menu disini adalah paket lengkap yaitu ada kajian sosek (sosial ekonomi) dari Puslit P2K yang dikomandoi oleh DR. Deni yang akrab dipanggil bu Deni, kemudian kajian Geotek yang dikomandoi oleh  DR. Haryadi beserta timnya, juga ada kajian Kerentanan oleh Pak Heryal  trus ada kajian Infrastruktur dan yang  terakhir adalah PUBED (Public Education) di Komandoi oleh Mbak Irin dan Mini Commpress yang dikomandoi oleh Pak Fidel. Wah kalo ini ya benar - benar paket komplit men, dan diharapakan khasiatnya manjur. Dari Pubed Compres sendiri adalah ujung tombak dari semua rangkaian kegiatan  kajian - kajian kemudian dari bahasa ilmiah ditransfer kedalam bahasa yang sederhana dan mudah di cerna dan dipahami oleh setiap kalangan nah itu gaweannya tim Pubed dengan cara menerapkan sistem Edukasi dan Intertaiment atau disingkat Edutaiment kalo salah boleh dikritik kok. kegiatannya TOM, CSS, TOT Guru, dan Pameran Siaga bencana. Nah kalo mini commpress adalah penutup rangkaian kegiatannya yaitu TOT Masyarakat, TOT Aparat, FGD dan Simulasi. disetiap daerah memiliki kekhasan tersendiri, saya akan mencoba memaparkan sedikit pengalaman saya selaku mantan koordinator Simulasi dan Evakuasi, tim saya berjumlah 4 orang yang terdiri dari saya, Bilay, Mbak Nia, dan Titik. Anggota Tim simulasi ini memiliki keahlian yang berbeda seperti Bilay yang nama originlnya DWI YULIANTO adalah pakar Outdoor yang siap tempur dimana saja berada, hobby utamanya adalah panjat dinding, naik gunung dan bilayer makanya dijuluki Bilay, kemudian Mbak nia yang nama lengkapnya KURNIA HAKIM seorang Petualang/traveling, ahli susur gua, dan trauma healing dengan teori Emotional Freedom Tehnik senior kita yang satu ini mempunyai banyak keahlian hobi Menulis, cerpen dan puisi ya sesuai dengan backgroundnya Ilmu Komunikasi, kemudian TITIK KUSUMAWATI seorang Ahli Analis Kimia  hobi utamanya tersenyum dan tertawanya yang khas dan yang terakhir saya  NOVI HARDIANTO dengan background Biologi, hobi menghibur dengan cerita-cerita lucu yang sedikit berbau kedewasaan hehehe, keahlian saya….. temen-temen aja deh yang nilai ntar dibilang narsis lagi. Ga nyangka juga ternyata simulasi ini emang orang-orang yang gokil n siap tempur dimana aja, emang hebat Pak Fidel N Mbak Irin kalo memposisikan orang dalam Tim. Tim Simulasi bisa ada sebagian yang bilang tim yang paling santai tapi ada juga tim juga yang bilang tim paling ribed, berat, sibuk, Kami sebagai tim simulasi hanya mencoba berbuat/melakukan yang terbaik dan sebisa kita sesuai denga TUPOKSI (tugas pokok dan fungsinya), saya sangat salut dan bangga mempunyai tim yang sangat solid seperti ini walaupun dalam setiap meeting perencanaan kita sering adu debat dan sampai adu jotos tapi kita dilapangan selalu satu Misi satu Visi.Tim simulasi tidak akan berjalan kalo tim yang lain tidak bergerak, jadi intinya kita semua tim Commpres  adalah satu layaknya sebuah BUS, ada yang jadi Supir sebagai pengendali, ada yang jadi Bemper, Ban, kenek, penumpang, satu komponen tidak ada maka akan terhambat pergerakan BIS tersebut, Betul tidak!!! Kata AA Gym.

Seperti contoh setiap selesai melakukan CSS tim simulasi harus mempersiapkan simulasi kelas, simulasi disini adalah latihan bagaimana para siswa dapat menyelamatkan diri dari kelas, ngumpet dibawah meja sampai keluar kelapangan sekolah saat terjadi gempa. dalam latihan ini terlihat bahwa sekolah perlu atau tidak  adanya Protap sekolah maka rangkainya berikutnya adalah TOT Guru dimana hasil yang diharapkan keluarnya Protap sekolah nah itu tugasnya Bang Juri untuk menggiringnya dan tim simulasi mengujikan protap tersebut dalam bentuk simulasi sekolah, dalam simulasi ini di uji siapa berbuat apa dan melihat apakah 4 komponen kesiapsiagaan berperan semua adapun komponen tersebut : Kelompok Peringatan Dini-Kelompok Pertolongan Pertama-Kelompok Evakuasi-Kelompok Tenda Tungku Lumbung dan biasanya sebelum latihan penyelamatan diri sekolah kita adakan dulu TTS (Table Top Simulation) uji kelas siapa berbuat apa dan bermain Peran dari Kepala sekolah, Guru, sampai siswa.

Rangkaian kegiatan berikutnya adalah TOT masyarakat sasaran peserta kegiatan ini adalah para aparat kecamatan, RW dan RT serta tokoh masyarakat, tokoh agama,tokoh pemuda sampai ibu-ibu PKK dan karang taruna. di kegiatan ini tim simulasi sudah mulai bekerja ekstra berat karena kita akan mencari daerah mana yang siap dijadikan tempat unuk latihan penyelamatan terpadu dan apakah komponen kesiapsiagan tingkat desa sudah bisa berjalan? yang pasti peserta TOT masyarakat dibekali pengetahuan tentang bencana, komponen kesiapsiagaan, keterampilan P3B (pertolongan pertama pada Bencana) dari PMI trus Keterampilan Evakuasi dari SAR dn PMI sampai ke Manajemen Shelter (manajemen tempat pengungsian). Rangkaian  berikutnya adalah TOT Aparat hasil dari TOT Guru, TOT masyarakat disajikan di TOT Aparat untuk sama membuat peta evakuasi, rambu-rambuevakuasi, skenario latihan sampai pengeluaran kapasitas masing-masing instansi. Hari yang paling mendebarkan adalah Proses latihan Penyelematan diri terpadu, disini semua pihak dan unsur bermain sesuai dengan peranan masing-masing LIPI hanya sebagai Pemantau Proses latihan. Di Kota  Maumere NTT LPDT ini benar-benar seperti dalam keadaan  nyata semua unsur melakukan latihan serius serkitar 1000 orang terlibat karena mereka pernah mengalami tsunami tahun 1992 dengan korban sekitar  2000an. di Anyer terlihat sedikit tidak serius, walaupun peserta yang mengikuti sekitar 2000 orang. Dari daerah yang satu kedaerah yang lain TIM Simulasi mencoba dan terus melakukan evaluasi dan perbaikan kearah yang lebih baik, seperti yang kita lakukan di Cilacap dalam latihan Penyelamatan Diri Terpadu tidak hanya berlari sampai ketitik aman tapi ada proses latihan lagi di Camp Pengungsian mulai dari klasifikasi korban sampai pembagian logistik  disini peserta yang terlibat dari 2 RW sekitar 4500 orang. Simulasi atau LPTD Nasional dilaksanakan di Kota Bengkulu dengan peserta yang terlibat sekitar 10.000 orang ini adalah simulasi akbar kedua setelah dilakukan di padang tahun 2006. Dalam hal LPDT ini Point pentingnya adalah bagaimana masyarakat, sekolah mampu melakukan kesiapsiagan swadaya semampunya  dan aparat setempat bisa membuat protap daerah dengan pembagian peran siapa  berbuat apa. kegiatan seperti ini harus sering dilakuakn dari pihak daerah itu sendiri yang dikomandoi oleh kesbanglinmas atau Satrkorlak.

         Banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari setiap rangkaian kegiatan di Commpress, walaupun di setiap kegiatan punya banyak kekurangan dan kelebihan tapi LIPI mencoba berbuat untuk bangsa ini untuk mengurangi resiko kematian pada saat terjadi bencana gempa khususnya. karena kita sadar Negara kita rawan bencana dan kita sama sekali tidak tau kapan bencana akan datang.

 

 Pembelajaran apa Yang didapat saja di Commpres

 1. Indonesia rawan bencana Ayo Kita Siaga

 2. Kalo Kita Mengerti Kita Gak Takut Lagi

 3. Kita harus menjadi Motovator - Inovator - Provokator - Eksekutor

 4. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh

 5. Disetiap diri manusia punya potensi yang luar biasa

 6. Kita Pasti bisa!!!!

 

Pembelajaran yang sangat luar biasa yang saya dapat di sini mulai bagaimana menjadi seorang fasilitator sampai bagaimana menjadi seorang eksekutor dalam mengatasi berbagai persoalan tim, saya merasa masih banyak sekali ilmu yang perlu saya kaji lagi dan saya merasa masih sedikit sekali ilmu saya peroleh disini, saya enjoy sekali kerja sama rekan - rekan yang selalu mendukung, dan mau ngajarin  saya. kemudian saya ingat lagi  pesan moral  buku Who Move My Cheese lagi saya harus bereksplorasi lagi di tempat lain guna mengembangkan diri saya.

 AYO KITA SIAGA !!!!!

Demikianlah sekelumit catatan dari seseorang yang haus Ilmu, dan ingin terus belajar dan belajar dimanapun kapanpun dan oleh siapa saja, semoga menambah rasa kangen kita semua  untuk selalu bersilahturahmi, berekspresi dan berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Yang benar datang dari Allah SWT dan yang salah dari saya sendiri, mohon maaf kalo ada kesalahan, Satu kata terakhir dari saya :

 “ Datang Dan Pergi Untuk Sebuah Cita-cita”

 

Thanks Special buat Pak Yan, Pak Hery, Mbak Irin, Pak Fidel, Pak Haryadi, Bu Deni, Mbak Dwi, Pak Yogo, Pak Heryal, Om Aci, Pak Adrin, Pak eko, Bu Yeti, Pak Misdi dan semua para peneliti di LIPI yang berkecimpung di Commpres yang saya tidak bisa  sebutkan satu persatu, terimakasih atas kesempatan yang berharga  diberikan kepada saya untuk bergabung di “Tim Pelangi” kata Pak Hery bilang,  mohon maaf kalo selama dalam bekerja dengan saya ada perbuatan dan perkataan yang kurang .dan yang terpenting terima kasih atas ILMU dan Pengalaman yang berharga  diberikan kepada saya dan akan saya sebarkan ilmu itu dimana pun saya berada.

 

Terimakasih buat Tim SIMULASI (Bilay, Mbak Nia, Titik) atas semangat dan dedikasinya untuk bangsa Ini, Tim Pubed (Akoz, Ari, Berdi, Nunu, Iril,  liza, Nita)

Tim Mini commpres lainya (Citra, BJ, Lilis, Triono, Cecen, Mbak Diah, Ariel, Aan, Tiyo, Coco), Tim MIKC (Diah, Irma, Alan, kinky, sena, alus, Arnes, kican wahyu, susi, Rio) dan semua rekan yang membantu dilapangan Bang Joni, Bang Pice (PMI Bengulu), Bang Benru, Mercy (SAR Manado) dan semua nya, kalian adalah putra putri pilihan yang terbaik.

 

                                                                                 NH/2007/hardianto_novi@yahoo.com/081514051885

Why do we read Quraan, even if we can ' t understand a single Arabic ?

Why do we read Quraan, even if we can ' t understand a
single Arabic
word ?

Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti
satupun
artinya ?

This is a beautiful story :

Ini suatu cerita yang indah :

An old American Muslim lived on a farm in the mount ai ns
of eastern
Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa
wakeup early
sitting at the kitchen table reading his Quran.

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu
perkebunan di
suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky
dengan cucu
lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih
awal dan
membaca Quran di meja makan di dapurnya.

His grandson wanted to be just like him and tried to
imitate him in
every way he could. One day the grandson asked,
"Grandpa! I try to
read the Qur ' an just like you but I don ' t
understand it, and what
I do understand I forget as soon as I close the book. What
good does
reading the Qur ' an do?" 

Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan
mencoba
untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari
sang cucu nya
bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur '
An seperti yang
kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku
pahami aku
lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih keb ai kan dari
membaca Qur
' An?

The Grandfather quietly turned from putting coal in the
stove and
replied, "Take this coal basket down to the river and
bring me back a
basket of water."

Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di
tungku pemanas
sambil berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sung
ai dan bawa
kemari lagi penuhi dengan ai r."

The boy did as he was told, but all the water leaked out
before he got
back to the house. 

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek,
tetapi
semua ai r habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

The grandfather laughed and s ai d, "You ' ll have
to move a little
faster next time," and sent him back to the river with
the basket to
try ag ai n. This time the boy ran faster, but ag ai n the
bas ket was
empty before he returned home.

Kakek tertawa dan berkata, "L ai n kali kamu harus
melakukukannya
lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke
sung ai dengan
keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih
cepat, tetapi
tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan
rumah.

Out of breath, he told his grandfather that it was
impossible to carry
water in a basket, and he went to get a bucket instead. The
old man s
ai d, "I don ' t want a bucket of water; I want a
basket of water.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa
mustahil
membawa ai r dari sung ai dengan keranjang yang sudah
bolong , maka
sang cucu mengambil ember sebag ai gantinya.

Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember ai r ;
aku hanya mau
satu keranjang ai r.

You ' re just not trying hard enough," and he went
out the door to
watch the boy try ag ai n. At this point, the boy knew it
was
impossible, but he wanted to show his grandfather that even
if he ran
as fast as he could, the water would Leak out before he got
back to
the house.

Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek
pergi ke luar pintu
untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin
sekali
bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan
kepada kakek
nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, ai r tetap
akan
bocor keluar sebelum ia samp ai ke rumah.

The boy ag ai n dipped the basket into river and ran hard,
but when he
reached his grandfather the basket was ag ai n empty. Out
of breathe,
he s ai d, "See Grandpa, it ' s useless!"
"So you think it is useless?"

Sekali lagi sang cucu mengambil ai r ke dalam sung ai dan
berlari
sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia samp ai
didepan
kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia
berkata, "
Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir
percuma?"

The old man s ai d, "Look at the basket." The boy
looked at the basket
and for the first time realized that the basket was
different. It had
been transformed from a dirty old coal basket and was now
clean,
inside and out.

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang
cucu menurut, melihat
ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari
bahwa
keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah
dari 
keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar
dalam. "

"Son, that ' s what happens when you read the Qur
' an. You mi ght
not understand or remember everything, but when you read
it, you will
be changed, inside and out. That is the work of Allah in
our lives.

"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca
Qur ' An. Kamu
tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika
kamu membaca
nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .

" If you feel this em ai l is worth reading, please
forward to your
contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says:
"The one who
guides to good will be rewarded equally"

Jika kamu merasa em ai l ini patut dibaca, maka
lanjutkanlah ke
teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :
" Bagi siapa saja yang membawa keb ai kan maka akan
mendapat ganjarany
yang sama "
 



.:: Siti Balkis ::. 

www.hizbut-tahrir.or.id

" Dan MohonlahPertolongan pada Allah dengan Sabar dan
Sholat. Dan Sholat itu sangatberat, kecuali bagi orang2 yang
khusuk, Yaitu mereka yang yakin bahwamereka akan menemui
Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali padaNya. [AlBaqarah :
45-6 ] "